Buat kamu yang pernah bingung sama hubungan tanpa kejelasan, single terbaru dari Verenathania ini mungkin bakal terasa terlalu relate. Solois muda berbakat tersebut resmi merilis lagu baru bertajuk “What Are We Now?”, sebuah trek melankolis berbahasa Inggris yang lahir dari pengalaman personal tentang hubungan yang tiba-tiba menghilang tanpa penjelasan. Lagu ini sudah bisa didengarkan di seluruh gerai musik digital sejak 19 Mei 2026.
Setelah sebelumnya menghadirkan nuansa city pop lewat “Closer” bersama Dirga Tertadana pada Januari lalu, kini Verenathania memilih jalur yang lebih emosional dan intim. “What Are We Now?” terdengar seperti diary tengah malam yang penuh pertanyaan, kebingungan, sekaligus rasa kecewa yang belum selesai diproses. Dengan balutan aransemen lembut dan atmosfer blurry yang sendu, lagu ini menangkap rasa kosong ketika seseorang yang sebelumnya dekat justru pergi tanpa jejak.
“Ide lagu ini tuh muncul pas aku lagi deket sama seseorang, tapi tiba-tiba dia ghosting aku tanpa ngasih tanda-tanda apapun. Jadi hilang gitu aja,” ujar Verenathania.
Lagu ini terasa makin personal karena liriknya ditulis secara lugas tanpa banyak metafora berlebihan. Verenathania memilih untuk membiarkan emosinya mengalir apa adanya. Hasilnya, pendengar seperti diajak masuk ke ruang pikirannya yang penuh perasaan campur aduk dan tanda tanya. Ada rasa marah, sedih, sekaligus bingung yang berbaur jadi satu.
“Sebenarnya sih aku cukup clueless, soalnya sebelumnya kami cukup intens berkomunikasi. Tapi tiba-tiba dia ngilang dan itu bikin aku nyesek. Nah lagu ini lahir berkat luapan emosi yang aku tuangkan dalam bentuk notasi dan lirik,” lanjut musisi yang mengidolakan Fly By Midnight dan Rendy Pandugo tersebut.
Nuansa emosional itu langsung terasa sejak bait awal lagu. Salah satu bagian yang paling mengena hadir lewat penggalan lirik:
“Hurt me with the truth
Hate me if it’s true
Why do I still right here?”
Tiga baris sederhana itu sukses menangkap perasaan banyak orang yang masih bertahan di tengah hubungan tanpa kepastian. Rasanya seperti lowkey screaming dalam diam—nggak marah sepenuhnya, tapi juga belum bisa ikhlas.
Menariknya lagi, proses produksi “What Are We Now?” dilakukan di tengah kesibukan dan jarak yang nggak mudah. Verenathania tetap menjalani aktivitasnya sebagai pegawai kantoran sambil menyelesaikan rekaman vokal di Studio Prapen Surabaya. Sementara proses produksi hingga mastering dikerjakan di Koto House Studio Malang bersama Oddi Satya Purnama, Bogi Prananda Satyagama dan Hanafi Madu Wanandi. Untuk mixing dan mastering, lagu ini dipercayakan kepada Bogi Prananda Satyagama.
Nggak berhenti di perilisan audio saja, Verenathania juga menyiapkan video lirik untuk “What Are We Now?” agar pendengar bisa lebih tenggelam dalam visualisasi cerita sekaligus ikut bernyanyi bersama lagu ini saat rasa galau datang menyerang tiba-tiba.
Lewat tunggalan ini, Verenathania berharap para korban ghosting merasa ditemani dan tahu bahwa perasaan mereka valid untuk dirasakan. Sebab kadang, luka paling membingungkan justru datang dari hubungan yang nggak pernah benar-benar selesai.
“I feel you guys! Gapapa kok kalau kita emosional dan menikmati kesedihan ini, karena sometimes no closure is also a closure. Dan apapun yang terjadi, yakin aja kalau better days will come soon,” tutup Verenathania dengan hangat.
Berisik Radio ─ Sejak 2009