Berisik Radio
Advertisement
  • Home
  • Update!
    • All
    • Concert
    • Culture
    • Film
    • Liputan
    • Review
    Delapan Dekade Membakar Panggung: Achmad Albar dan Api yang Tak Pernah Padam

    Delapan Dekade Membakar Panggung: Achmad Albar dan Api yang Tak Pernah Padam

    “Love Barista”: Seduhan Kopi yang Menyatukan Dua Hati

    “Love Barista”: Seduhan Kopi yang Menyatukan Dua Hati

    Para Punggawa Persija Ajak Warga Berburu Promo Dan Berlibur Di Jakarta Fair

    Para Punggawa Persija Ajak Warga Berburu Promo Dan Berlibur Di Jakarta Fair

    Konser UNGU ‘Waktu Yang Di nanti’ Rayakan 30 Tahun Berkarya

    Konser UNGU ‘Waktu Yang Di nanti’ Rayakan 30 Tahun Berkarya

    Saat Gunung Tak Lagi Mengizinkan Pulang: “Petaka Gunung Welirang” Menebar Teror yang Menelan Harapan

    Saat Gunung Tak Lagi Mengizinkan Pulang: “Petaka Gunung Welirang” Menebar Teror yang Menelan Harapan

    Misteri Kelam “Phi Phong: The Blood Demon” Mengintai dari Pegunungan Vietnam

    Misteri Kelam “Phi Phong: The Blood Demon” Mengintai dari Pegunungan Vietnam

    Trending Tags

    • New Releases
    • Radio Station
    • Events
    • Grassroots
    • Feature
      • Video
      • Podcast
    • Gear
    • Login
    • Register
    No Result
    View All Result
    • Home
    • Update!
      • All
      • Concert
      • Culture
      • Film
      • Liputan
      • Review
      Delapan Dekade Membakar Panggung: Achmad Albar dan Api yang Tak Pernah Padam

      Delapan Dekade Membakar Panggung: Achmad Albar dan Api yang Tak Pernah Padam

      “Love Barista”: Seduhan Kopi yang Menyatukan Dua Hati

      “Love Barista”: Seduhan Kopi yang Menyatukan Dua Hati

      Para Punggawa Persija Ajak Warga Berburu Promo Dan Berlibur Di Jakarta Fair

      Para Punggawa Persija Ajak Warga Berburu Promo Dan Berlibur Di Jakarta Fair

      Konser UNGU ‘Waktu Yang Di nanti’ Rayakan 30 Tahun Berkarya

      Konser UNGU ‘Waktu Yang Di nanti’ Rayakan 30 Tahun Berkarya

      Saat Gunung Tak Lagi Mengizinkan Pulang: “Petaka Gunung Welirang” Menebar Teror yang Menelan Harapan

      Saat Gunung Tak Lagi Mengizinkan Pulang: “Petaka Gunung Welirang” Menebar Teror yang Menelan Harapan

      Misteri Kelam “Phi Phong: The Blood Demon” Mengintai dari Pegunungan Vietnam

      Misteri Kelam “Phi Phong: The Blood Demon” Mengintai dari Pegunungan Vietnam

      Trending Tags

      • New Releases
      • Radio Station
      • Events
      • Grassroots
      • Feature
        • Video
        • Podcast
      • Gear
      No Result
      View All Result
      Berisik Radio
      No Result
      View All Result
      Home Update! Film

      Misteri Kelam “Phi Phong: The Blood Demon” Mengintai dari Pegunungan Vietnam

      Mahdesi Iskandar by Mahdesi Iskandar
      2 Juli 2026
      in Film, Review
      0 0
      A A
      0
      Misteri Kelam “Phi Phong: The Blood Demon” Mengintai dari Pegunungan Vietnam

      Phi Phong: The Blood Demon

      10
      SHARES
      478
      VIEWS
      FacebookTwitterWhatsapp

      Horor Asia Tenggara kembali menunjukkan taringnya. Kali ini giliran Vietnam yang mencuri perhatian lewat “Phi Phong: The Blood Demon“, film arahan Do Quoc Trung yang mengangkat legenda urban dari kawasan pegunungan Vietnam Utara. Bukan sekadar menyuguhkan sosok iblis haus darah, film ini mengajak penonton menyelami sisi paling gelap dari manusia itu sendiri—sebuah kenyataan yang justru terasa lebih mengerikan dibanding makhluk gaib yang berkeliaran di malam hari.

      Ceritanya mengikuti dua kakak beradik yang berprofesi sebagai dukun spiritual. Mereka berusaha menyelamatkan sang ibu yang kalah setelah berhadapan dengan kekuatan misterius di sebuah desa terpencil. Di balik teror tersebut bersembunyi Phi Phong, makhluk supranatural yang mampu menyamar menjadi manusia pada siang hari, lalu berubah menjadi pemburu haus darah ketika malam tiba. Premis ini langsung membangun rasa penasaran karena menghadirkan mitologi yang masih jarang diangkat ke layar lebar, terlebih bagi penonton Indonesia.

      Keunikan itulah yang menjadi nilai jual terbesar film ini. Alih-alih mengandalkan hantu yang sudah akrab di telinga, “Phi Phong: The Blood Demon” memperkenalkan sosok baru yang memiliki nuansa berbeda. Sekilas memang mengingatkan pada Kuyang karena sama-sama berkaitan dengan legenda pengisap darah, tetapi Phi Phong tetap mempertahankan wujud manusia secara utuh. Hasilnya, rasa waswas justru muncul ketika siapa pun di sekitar karakter utama bisa saja bukan manusia seperti yang terlihat.

      Dari sisi visual, film produksi Bluebells Studios ini tampil memikat. Lanskap pegunungan Vietnam dipotret begitu indah sekaligus mencekam. Permainan cahaya, komposisi gambar, hingga siluet hitam-putih berhasil membangun atmosfer horor yang pekat tanpa harus terus-menerus mengandalkan efek kejut. Tata suara pun menjadi kekuatan utama. Dentuman musik dan efek audio membuat setiap kemunculan Phi Phong terasa semakin mengintimidasi. Walau efek visual komputer belum sepenuhnya sempurna di beberapa adegan transformasi, keseluruhan penyajiannya tetap mampu menjaga ketegangan.

      Penampilan para pemerannya juga layak mendapat apresiasi. Senyawa antarkarakter terasa meyakinkan sehingga konflik keluarga, pengkhianatan dan rasa kehilangan memiliki bobot emosional yang cukup kuat. Kehadiran aktris Thailand Nina Nutthacha Padovan turut memberikan warna tersendiri dalam jajaran pemeran yang solid.

      Namun, kekuatan atmosfer tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh alur cerita. Film berdurasi hampir dua jam ini sesekali kehilangan fokus. Misteri mengenai Phi Phong yang awalnya begitu menjanjikan perlahan bergeser menjadi drama tentang dosa, keserakahan dan hubungan ibu dengan anak. Lapisan plot twist yang terus bermunculan memang menjaga rasa penasaran, tetapi pada saat bersamaan membuat narasi terasa berputar terlalu jauh dari premis utamanya. Bahkan bagi penonton yang cukup akrab dengan horor Asia, beberapa kejutan di babak akhir terasa cukup mudah ditebak.

      Meski demikian, keputusan sang sutradara untuk menjadikan iblis hanya sebagai pemantik cerita menghadirkan pesan yang cukup mengusik. Film ini berulang kali menegaskan bahwa kerakusan, ambisi dan nafsu manusia mampu melahirkan monster yang jauh lebih mengerikan daripada makhluk supranatural mana pun. Di sinilah “Phi Phong: The Blood Demon” berhasil melampaui horor konvensional dan menawarkan lapisan kritik sosial yang relevan.

      Secara teknis, film ini menunjukkan bahwa industri horor Vietnam sedang berkembang ke arah yang menjanjikan. Sinematografi yang kuat, penyutradaraan atmosfer yang matang, serta keberanian mengangkat mitologi lokal menjadi modal penting yang membuatnya berbeda dari horor Asia pada umumnya. Walaupun masih menyisakan beberapa lubang cerita dan penyelesaian yang terasa kurang maksimal, pengalaman menontonnya tetap mampu menghadirkan rasa tegang yang konsisten hingga akhir.

      “Phi Phong: The Blood Demon” mungkin bukan film horor yang sempurna, tetapi keberhasilannya memperkenalkan legenda baru dengan kemasan visual yang memikat membuatnya layak masuk daftar tontonan, terutama bagi pencinta horor Asia yang ingin mencari pengalaman berbeda. Ketika lampu bioskop kembali menyala, bukan hanya sosok Phi Phong yang akan terus menghantui pikiran, melainkan juga pertanyaan sederhana yang justru terasa paling menyeramkan: bagaimana jika monster sesungguhnya selama ini memang hidup di antara manusia?

      Nilai: 8/10 ⭐⭐⭐⭐☆

      Tags: bioskopCinemafilmHororLayar LebarMovieResensiVietnam
      Mahdesi Iskandar

      Mahdesi Iskandar

      Music Director

      Related Posts

      “Love Barista”: Seduhan Kopi yang Menyatukan Dua Hati

      “Love Barista”: Seduhan Kopi yang Menyatukan Dua Hati

      15 Juli 2026
      Saat Gunung Tak Lagi Mengizinkan Pulang: “Petaka Gunung Welirang” Menebar Teror yang Menelan Harapan

      Saat Gunung Tak Lagi Mengizinkan Pulang: “Petaka Gunung Welirang” Menebar Teror yang Menelan Harapan

      2 Juli 2026
      “The Death of Robin Hood”: Ketika Sebuah Legenda Dikubur Hidup-Hidup oleh Sinisme

      “The Death of Robin Hood”: Ketika Sebuah Legenda Dikubur Hidup-Hidup oleh Sinisme

      2 Juli 2026
      “The Furious”: Ledakan Amarah, Tendangan Mematikan dan Aksi Laga Hong Kong yang Membakar Layar

      “The Furious”: Ledakan Amarah, Tendangan Mematikan dan Aksi Laga Hong Kong yang Membakar Layar

      8 Juni 2026
      Manufaktur Mimpi Buruk dan Lembur Tak Berujung: “Monster Pabrik Rambut” Hadirkan Horor Kerja yang Bikin Merinding

      Manufaktur Mimpi Buruk dan Lembur Tak Berujung: “Monster Pabrik Rambut” Hadirkan Horor Kerja yang Bikin Merinding

      3 Juni 2026
      Petualangan Penuh Warna di Eternia: “Masters of the Universe” Hadir Seru dan Menghibur

      Petualangan Penuh Warna di Eternia: “Masters of the Universe” Hadir Seru dan Menghibur

      3 Juni 2026
      Load More

      Trending Article

      • 25 REKOMENDASI LAGU SEDIH YANG AKAN BUAT LO NANGIS

        25 REKOMENDASI LAGU SEDIH YANG AKAN BUAT LO NANGIS

        70 shares
        Share 29 Tweet 17
      • Peringkat Album Bring Me The Horizon

        60 shares
        Share 25 Tweet 15
      • 10 lagu Oasis Terbaik

        49 shares
        Share 20 Tweet 12
      • 10 Fakta Yang Mungkin Lo Belum Ketahui Tentang Arctic Monkeys

        47 shares
        Share 19 Tweet 12
      • “Origin” Album Perdana Pengukuhan Eksistensi 510

        47 shares
        Share 19 Tweet 12

      TRENDING NEW RELEASES

      No Content Available

      TRENDING ARTICLE

      • Magnolia Celebration dan “One”: Sebuah Surat Cinta yang Menjadi Awal Baru

        Magnolia Celebration dan “One”: Sebuah Surat Cinta yang Menjadi Awal Baru

        11 shares
        Share 4 Tweet 3
      • Misteri Kelam “Phi Phong: The Blood Demon” Mengintai dari Pegunungan Vietnam

        10 shares
        Share 4 Tweet 3
      • “Origin” Album Perdana Pengukuhan Eksistensi 510

        47 shares
        Share 19 Tweet 12
      • Ini Fakta Lengkap Latar Belakang Pendidikan Member EXO

        7 shares
        Share 17 Tweet 11
      • Saat Gunung Tak Lagi Mengizinkan Pulang: “Petaka Gunung Welirang” Menebar Teror yang Menelan Harapan

        9 shares
        Share 4 Tweet 2
      • Cinta, Dendam dan Rahasia Gelap Beradu Sengit di “Bercinta Dengan Maut”

        11 shares
        Share 4 Tweet 3
      • Yoko City Ghost Lepas Album “Sputnik-1”: Eksplorasi Sound dalam Balut Puitika

        10 shares
        Share 4 Tweet 3
      Berisik Radio

      Internet Radio and Web Magazine,
      Most of our listeners and readers are teenagers and Berisik Radio has become part of their Enthusiasm.

      Categories

      • Albums
      • Audio
      • Chart
      • Concert
      • Culture
      • Featured
      • Film
      • Gear
      • Grassroots
      • Liputan
      • Music Video
      • New Releases
      • Podcast
      • Review
      • Singles
      • Uncategorized
      • Update!
      • Video

      Quick Link

      • About Us
      • Team
      • Contact
      • Privacy Policy
      • FAQ

      Newsletter

      *berita terkini langsung ke email kamu

      Berisik Radio ─ Sejak 2009

      No Result
      View All Result
      • Login
      • Sign Up
      • Home
      • Update!
        • Liputan
        • Culture
        • Review
      • New Releases
      • Events
      • Grassroots
      • Featured
        • Podcast
        • Video
      • Gear

      Berisik Radio ─ Sejak 2009

      Welcome Back!

      Sign In with Facebook
      OR

      Login to your account below

      Forgotten Password? Sign Up

      Create New Account!

      Sign Up with Facebook
      OR

      Fill the forms below to register

      All fields are required. Log In

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In

      Add New Playlist

      X