Berisik Radio
Advertisement
  • Home
  • Update!
    • All
    • Concert
    • Culture
    • Film
    • Liputan
    • Review
    Saat Gunung Tak Lagi Mengizinkan Pulang: “Petaka Gunung Welirang” Menebar Teror yang Menelan Harapan

    Saat Gunung Tak Lagi Mengizinkan Pulang: “Petaka Gunung Welirang” Menebar Teror yang Menelan Harapan

    Misteri Kelam “Phi Phong: The Blood Demon” Mengintai dari Pegunungan Vietnam

    Misteri Kelam “Phi Phong: The Blood Demon” Mengintai dari Pegunungan Vietnam

    “The Death of Robin Hood”: Ketika Sebuah Legenda Dikubur Hidup-Hidup oleh Sinisme

    “The Death of Robin Hood”: Ketika Sebuah Legenda Dikubur Hidup-Hidup oleh Sinisme

    Spektrum Synchronize Festival Meluas Dari Talenta Baru Sampai Musisi Populer

    Spektrum Synchronize Festival Meluas Dari Talenta Baru Sampai Musisi Populer

    “The Furious”: Ledakan Amarah, Tendangan Mematikan dan Aksi Laga Hong Kong yang Membakar Layar

    “The Furious”: Ledakan Amarah, Tendangan Mematikan dan Aksi Laga Hong Kong yang Membakar Layar

    GIMA 2026 Siap Pesta Lagi, Saatnya Musisi Independen Asia Bersinar di Panggung Besar!

    GIMA 2026 Siap Pesta Lagi, Saatnya Musisi Independen Asia Bersinar di Panggung Besar!

    Trending Tags

    • New Releases
    • Radio Station
    • Events
    • Grassroots
    • Feature
      • Video
      • Podcast
    • Login
    • Register
    No Result
    View All Result
    • Home
    • Update!
      • All
      • Concert
      • Culture
      • Film
      • Liputan
      • Review
      Saat Gunung Tak Lagi Mengizinkan Pulang: “Petaka Gunung Welirang” Menebar Teror yang Menelan Harapan

      Saat Gunung Tak Lagi Mengizinkan Pulang: “Petaka Gunung Welirang” Menebar Teror yang Menelan Harapan

      Misteri Kelam “Phi Phong: The Blood Demon” Mengintai dari Pegunungan Vietnam

      Misteri Kelam “Phi Phong: The Blood Demon” Mengintai dari Pegunungan Vietnam

      “The Death of Robin Hood”: Ketika Sebuah Legenda Dikubur Hidup-Hidup oleh Sinisme

      “The Death of Robin Hood”: Ketika Sebuah Legenda Dikubur Hidup-Hidup oleh Sinisme

      Spektrum Synchronize Festival Meluas Dari Talenta Baru Sampai Musisi Populer

      Spektrum Synchronize Festival Meluas Dari Talenta Baru Sampai Musisi Populer

      “The Furious”: Ledakan Amarah, Tendangan Mematikan dan Aksi Laga Hong Kong yang Membakar Layar

      “The Furious”: Ledakan Amarah, Tendangan Mematikan dan Aksi Laga Hong Kong yang Membakar Layar

      GIMA 2026 Siap Pesta Lagi, Saatnya Musisi Independen Asia Bersinar di Panggung Besar!

      GIMA 2026 Siap Pesta Lagi, Saatnya Musisi Independen Asia Bersinar di Panggung Besar!

      Trending Tags

      • New Releases
      • Radio Station
      • Events
      • Grassroots
      • Feature
        • Video
        • Podcast
      No Result
      View All Result
      Berisik Radio
      No Result
      View All Result
      Home Update! Film

      “The Death of Robin Hood”: Ketika Sebuah Legenda Dikubur Hidup-Hidup oleh Sinisme

      Mahdesi Iskandar by Mahdesi Iskandar
      2 Juli 2026
      in Film, Review
      0 0
      A A
      0
      “The Death of Robin Hood”: Ketika Sebuah Legenda Dikubur Hidup-Hidup oleh Sinisme

      Hugh Jackman sebagai Robin Hood dalam film "The Death Of Robin Hood", yang disutradarai oleh Michael Sarnoski - Foto: Aidan Monghan - © A24

      9
      SHARES
      446
      VIEWS
      FacebookTwitterWhatsapp

      Mungkin Michael Sarnoski sedang lelah pada dunia yang terlalu percaya bahwa setiap cerita harus berakhir dengan harapan. Maka lahirlah “The Death of Robin Hood“, sebuah film yang seolah berkata, “Lupakan pahlawan. Lupakan penebusan. Dunia memang seburuk itu.” Masalahnya, setelah hampir dua jam dicekoki kesuraman tanpa jeda, pertanyaan yang tersisa bukan lagi “Apakah Robin Hood layak diperlakukan seperti ini?”, melainkan “Mengapa penonton juga harus ikut dihukum?”

      Selama berabad-abad, Robin Hood dikenal sebagai sosok yang merampas milik kaum berada demi membantu mereka yang kekurangan. Kali ini, semua itu dibuang begitu saja. Robin Hood versi Sarnoski bukan pahlawan, bukan pula antihero yang rumit. Ia hanyalah lelaki tua yang hidup dari dosa-dosanya, membunuh tanpa banyak penyesalan, lalu menghabiskan sisa usianya dengan wajah muram seolah dunia berutang kebahagiaan kepadanya.

      Hugh Jackman tampil luar biasa. Sulit membantah dedikasinya. Ia menghadirkan Robin sebagai manusia yang nyaris kehilangan seluruh sisa kemanusiaannya. Tatapannya kosong, langkahnya berat, dan wajahnya menyimpan lebih banyak luka daripada harapan. Namun sehebat apa pun penampilannya, aktor terbaik pun tidak selalu mampu membuat karakter yang sengaja dijauhkan dari simpati menjadi menarik untuk diikuti.

      Sarnoski tampaknya benar-benar berkomitmen menghapus setiap romantisme yang pernah melekat pada legenda ini. Tidak ada aksi memanah yang heroik. Tidak ada petualangan yang memacu adrenalin. Tidak ada semangat melawan tirani. Yang ada hanyalah darah, lumpur, hujan, luka dan keheningan yang begitu pekat hingga rasanya suara napas sendiri terdengar mengganggu.

      Adegan pembuka langsung menjadi semacam “kontrak” antara film dan penonton. Jika masih berharap kisah Robin Hood yang gagah berani, sebaiknya keluar bioskop saat itu juga. Sarnoski tidak sedang mengadaptasi legenda. Ia sedang mengautopsinya.

      Atmosfer menjadi senjata utama film ini. Sinematografi yang muram, tata suara yang keras, musik rakyat yang terdengar seperti nyanyian pemakaman, hingga lanskap pegunungan yang dingin berhasil membangun dunia yang nyaris tanpa kehidupan. Semua terasa indah secara visual, tetapi juga begitu gigih menguras energi. Menontonnya seperti berjalan menembus kabut tebal sambil memanggul batu. Artistik? Tentu. Menyenangkan? Itu cerita lain.

      Bill Skarsgård menghadirkan Little John dalam versi yang sama sekali asing. Tidak lagi menjadi sahabat besar berhati hangat, melainkan sosok liar yang lebih menyerupai predator daripada manusia. Transformasi ini memang konsisten dengan visi film, tetapi sekaligus mempertegas bahwa hampir semua karakter di sini berlomba menjadi pribadi yang paling sulit disukai.

      Ketika Suster Brigid hadir dan mulai merawat Robin, film sempat memberi isyarat bahwa secercah harapan akhirnya datang. Jodie Comer tampil lembut, tenang, dan menjadi satu-satunya cahaya kecil di tengah dunia yang hampir seluruhnya dipenuhi bayangan. Sayangnya, cahaya itu tidak pernah benar-benar dibiarkan bersinar. Setiap kemungkinan penebusan selalu buru-buru ditarik kembali ke dalam jurang pesimisme.

      Hugh Jackman sebagai Robin Hood dalam film “The Death Of Robin Hood”, yang disutradarai oleh Michael Sarnoski – Foto: Aidan Monghan – © A24

      Di sinilah persoalan terbesar “The Death of Robin Hood” muncul. Film ini sangat ingin menjadi refleksi tentang dosa, iman, kematian dan pengampunan. Sayangnya, ia terlalu sibuk mengagungkan kesuramannya sendiri hingga lupa bahwa penonton juga membutuhkan alasan untuk peduli. Gelap bukanlah kedalaman. Muram bukan otomatis berarti bermakna. Kadang, gelap hanya… gelap.

      Ironisnya, Michael Sarnoski pernah menghasilkan “Pig“, sebuah film yang membuktikan bahwa kelembutan bisa jauh lebih menghancurkan daripada kekerasan. Bahkan “A Quiet Place: Day One” masih menyisakan ruang bagi kasih sayang di tengah kiamat. Namun kali ini, ia seolah sengaja mengunci seluruh pintu keluar. Seakan-akan setiap harapan dianggap kelemahan yang harus dibunuh sebelum sempat tumbuh.

      Bukan berarti film ini gagal secara teknis. Justru sebaliknya. Penyutradaraan Sarnoski tetap presisi, sinematografinya memesona, tata suaranya mengintimidasi, dan Hugh Jackman memberikan salah satu penampilan paling berani dalam kariernya. Namun semua keunggulan itu terasa seperti membangun katedral megah hanya untuk menggelar misa tanpa jemaat. Indah dipandang, tetapi sulit menemukan alasan untuk kembali.

      Pada akhirnya, “The Death of Robin Hood” terasa seperti surat cinta bagi para penggemar reinterpretasi gelap yang ekstrem, tetapi sekaligus surat penolakan bagi penonton umum yang masih berharap menemukan denyut kemanusiaan dalam kisah seorang legenda. Film ini berhasil membunuh mitos Robin Hood. Sayangnya, ia juga nyaris membunuh ketertarikan penonton untuk terus mengikutinya hingga akhir.

      Mungkin memang itu tujuan Sarnoski sejak awal. Jika demikian, ia berhasil. Hanya saja, tidak semua keberhasilan layak dirayakan.

      Tags: ActionbioskopCinemaDramafilmHollywoodLayar LebarLegendaMovieResensi
      Mahdesi Iskandar

      Mahdesi Iskandar

      Music Director

      Related Posts

      Saat Gunung Tak Lagi Mengizinkan Pulang: “Petaka Gunung Welirang” Menebar Teror yang Menelan Harapan

      Saat Gunung Tak Lagi Mengizinkan Pulang: “Petaka Gunung Welirang” Menebar Teror yang Menelan Harapan

      2 Juli 2026
      Misteri Kelam “Phi Phong: The Blood Demon” Mengintai dari Pegunungan Vietnam

      Misteri Kelam “Phi Phong: The Blood Demon” Mengintai dari Pegunungan Vietnam

      2 Juli 2026
      “The Furious”: Ledakan Amarah, Tendangan Mematikan dan Aksi Laga Hong Kong yang Membakar Layar

      “The Furious”: Ledakan Amarah, Tendangan Mematikan dan Aksi Laga Hong Kong yang Membakar Layar

      8 Juni 2026
      Manufaktur Mimpi Buruk dan Lembur Tak Berujung: “Monster Pabrik Rambut” Hadirkan Horor Kerja yang Bikin Merinding

      Manufaktur Mimpi Buruk dan Lembur Tak Berujung: “Monster Pabrik Rambut” Hadirkan Horor Kerja yang Bikin Merinding

      3 Juni 2026
      Petualangan Penuh Warna di Eternia: “Masters of the Universe” Hadir Seru dan Menghibur

      Petualangan Penuh Warna di Eternia: “Masters of the Universe” Hadir Seru dan Menghibur

      3 Juni 2026
      “Nobody Loves Kay”, Pertarungan Mimpi dan Ranked yang Bikin Layar Bioskop Ikut Panas

      “Nobody Loves Kay”, Pertarungan Mimpi dan Ranked yang Bikin Layar Bioskop Ikut Panas

      29 Mei 2026
      Load More

      Trending Article

      • 25 REKOMENDASI LAGU SEDIH YANG AKAN BUAT LO NANGIS

        25 REKOMENDASI LAGU SEDIH YANG AKAN BUAT LO NANGIS

        69 shares
        Share 28 Tweet 17
      • Peringkat Album Bring Me The Horizon

        60 shares
        Share 25 Tweet 15
      • 10 lagu Oasis Terbaik

        49 shares
        Share 20 Tweet 12
      • 10 Fakta Yang Mungkin Lo Belum Ketahui Tentang Arctic Monkeys

        47 shares
        Share 19 Tweet 12
      • “Origin” Album Perdana Pengukuhan Eksistensi 510

        47 shares
        Share 19 Tweet 12

      TRENDING NEW RELEASES

      No Content Available

      TRENDING ARTICLE

      • Cinta, Dendam dan Rahasia Gelap Beradu Sengit di “Bercinta Dengan Maut”

        Cinta, Dendam dan Rahasia Gelap Beradu Sengit di “Bercinta Dengan Maut”

        10 shares
        Share 4 Tweet 3
      • Ini Fakta Lengkap Latar Belakang Pendidikan Member EXO

        7 shares
        Share 17 Tweet 11
      • Bocil 6 Tahun Jadi Vokalis Hardcore Punk?! Kenalin SMW, Band Keluarga Paling Ugal-ugalan di Skena Saat Ini!

        9 shares
        Share 4 Tweet 2
      • GIMA 2026 Siap Pesta Lagi, Saatnya Musisi Independen Asia Bersinar di Panggung Besar!

        9 shares
        Share 4 Tweet 2
      • Maudy Ayunda Semakin Dewasa dengan Album “Pada Suatu Hari”

        10 shares
        Share 4 Tweet 3
      • Menemukan Cahaya di Tengah Sunyi: Togaze Lepas Tunggalan Baru “Mirelune” yang Penuh Kejujuran Emosi

        9 shares
        Share 4 Tweet 2
      • “Speak No Evil”, Sebuah Remake yang Tidak Diperlukan

        10 shares
        Share 4 Tweet 3
      Berisik Radio

      Internet Radio and Web Magazine,
      Most of our listeners and readers are teenagers and Berisik Radio has become part of their Enthusiasm.

      Categories

      • Albums
      • Chart
      • Concert
      • Culture
      • Featured
      • Film
      • Grassroots
      • Liputan
      • Music Video
      • New Releases
      • Podcast
      • Review
      • Singles
      • Uncategorized
      • Update!
      • Video

      Quick Link

      • About Us
      • Team
      • Contact
      • Privacy Policy
      • FAQ

      Newsletter

      *berita terkini langsung ke email kamu

      Berisik Radio ─ Sejak 2009

      No Result
      View All Result
      • Login
      • Sign Up
      • About Us
      • Albums
      • Artists
      • Berisik Radio
      • Berisik Radio Indie
      • Berisik Radio Team
      • Biar lagu lo diputer di Berisik Radio
      • Cancel Payment
      • Cart
      • Change Password
      • Checkout
      • Contact
      • Data Berisikradio
      • Discography
      • Discography
      • Elementor #7165
      • Elementor #8193
      • Eskul Gitar Online – Tempat Pemula Belajar Gitar
      • Events
      • Events
      • Events List
      • FAQ
      • Feature
      • Forgot Password
      • Grassroots
      • Login Customizer
      • Logout
      • Media Partner
      • My account
      • New Releases
      • Player
      • Privacy Policy
      • Radio Stations
      • Shop
      • silsilah
      • Submit Your Event
      • Submit Your Music
      • Update

      Berisik Radio ─ Sejak 2009

      Welcome Back!

      Sign In with Facebook
      OR

      Login to your account below

      Forgotten Password? Sign Up

      Create New Account!

      Sign Up with Facebook
      OR

      Fill the forms below to register

      All fields are required. Log In

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In

      Add New Playlist

      X