Band rock alternatif Perunggu resmi menggelar pertunjukan untuk merayakan peluncuran album kedua mereka yang bertajuk ‘Dalam Dinamika’ di Bali United Studio. Acara ini menjadi penanda penting dalam perjalanan musikal mereka, sekaligus momentum bagi Perunggu untuk menunjukkan perluasan eksplorasi artistik yang lebih matang, ekspresif, dan penuh kedalaman emosi. Pertunjukan tersebut digarap sebagai bentuk apresiasi kepada para pendengar, sekaligus sebagai perkenalan langsung terhadap materi-materi baru yang telah dikerjakan secara intens selama dua tahun terakhir.
Album Dalam Dinamika menghadirkan rangkaian lagu yang memotret pergulatan batin manusia dalam menghadapi perubahan yang tidak terelakkan. Dengan kecenderungan tema yang lebih introspektif, Perunggu mengeksplorasi isu-isu seperti relasi personal, beban sosial, tekanan produktivitas, hingga upaya memahami identitas diri di tengah ritme hidup yang semakin cepat.
Melalui komposisi yang kuat, lirik reflektif, dan produksi yang lebih berlapis, album ini menunjukkan bagaimana Perunggu berkembang tanpa kehilangan karakter khas yang membuat mereka diperhitungkan sejak awal kemunculan.
“Agenda ini udah jadi checklist bagi kami kalau rilis album, tapi yang di-highlight itu experience yang nonton, bolek rekam (visual) tapi upload-nya nanti aja tahun depan agar lebih menghargai momen,” terang Maul Ibrahim (vokal, gitar) usai general rehearsal di lokasi pertunjukan pada Jumat (20/11/25). Maul juga berharap bahwa proses kreatif yang lebih kolaboratif dan penuh eksperimen ini bisa terus mengeskalasi pendengarnya.
Pertunjukan Dalam Dinamika dirancang sebagai pengalaman audio-visual yang utuh. Selain membawakan seluruh lagu dari album baru, Perunggu menghadirkan aransemen yang diperluas untuk beberapa nomor kunci, memadukan elemen elektronik, permainan dinamika yang lebih tajam, serta visual panggung yang disiapkan khusus untuk memperkuat alur cerita album.

Penonton diajak memasuki perjalanan emosional yang dibagi ke dalam beberapa babak, masing-masing merepresentasikan tema besar yang diangkat dalam album. Pada kesempatan ini, Perunggu kabarnya bakal membawakan 20 set lagu termasuk beberapa nomor dari Memorandum (2022) dan Pendar (2020).
Dengan dirilisnya Dalam Dinamika, Perunggu berharap album ini dapat membuka percakapan baru tentang bagaimana manusia merespons perubahan. Mereka juga menegaskan bahwa perjalanan ini tidak berhenti di pertunjukan Jakarta, rangkaian di beberapa kota seperti Bandung, Jogja, dan Surabaya pun tengah dalam persiapan dan akan diumumkan dalam waktu dekat.
Album Dalam Dinamika kini tersedia di seluruh platform musik digital, menandai fase baru bagi Perunggu dalam mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu band alternatif Indonesia yang paling konsisten, relevan, dan penuh daya eksplorasi.














