Satu tahun perjalanan album “Manifestasi Hati” dirayakan Nidji dengan cara yang tidak biasa. Pada Jumat, 10 Januari 2026, band yang kini berusia hampir 24 tahun ini menggelar konser intim bertajuk “Manifestasi Hati: Interactive Showcase” di Halte Transjakarta Tosari, Jakarta, hasil kolaborasi bareng Transjakarta. Ruang publik yang biasanya jadi tempat singgah harian, malam itu berubah jadi titik temu musik, cerita, dan refleksi hati para Nidji Holic.
Album “Manifestasi Hati “sendiri merupakan tonggak penting bagi Nidji. Dirilis resmi pada 17 Januari 2025 di bawah naungan Musica Studio’s, album ini menjadi album studio ke-enam sekaligus album penuh pertama bersama Ubay sebagai vokalis sejak bergabung pada 2019. Berisi 10 lagu, “Manifestasi Hati” mengeksplorasi tema cinta, persahabatan, hingga koneksi spiritual dengan pendekatan yang lebih dewasa dan personal. Lagu-lagu seperti “Lampu Hati”, “Zayang-Zayang”, hingga “ABADI” (yang diproduseri Petra Sihombing) menjadi representasi perjalanan emosional enam personel Nidji: Ubay, Ariel, Rama, Randy, Andro dan Adri.
Ubay menyebut album ini sebagai ajakan untuk benar-benar mendengarkan suara hati. “Gue pengen mengajak pendengar di album ini, tidak hanya mendengar, tapi juga merasakan, bisa lebih memaknai dan merefleksikan perjalanan hati mereka melalui musik. Dan gue rasa album ini menjadi pengingat bahwa sejatinya hati kita punya cara unik untuk berbicara melalui harmoni, melodi, dan segala yang terjadi dalam setiap perjalanan mereka secara pribadi,” jelas Ubay malam itu.
Perayaan satu tahun “Manifestasi Hati” terasa makin bermakna dengan kehadiran “Instalasi Manifestasi Hati” di sejumlah halte Transjakarta, yakni Dukuh Atas 1, Bundaran HI ASTRA dan CSW (Blok M), yang berlangsung dari 19 Desember 2025 hingga 17 Januari 2026. Instalasi ini menjadi ruang reflektif bagi publik untuk menuliskan hal-hal yang ingin mereka perjuangkan di tahun 2026—sejalan dengan semangat album yang mengajak berdialog dengan diri sendiri.
Meski sempat diguyur hujan, antusiasme Nidji Holic tak surut. Bahkan, ada penggemar yang rela datang jauh-jauh dari Kuala Lumpur, Malaysia. Acara dibuka dengan sesi perbincangan yang menghadirkan Charmantha Adji (TRE Provider & Mental Health Enthusiast) dan Muhammad Ridwan (General Manager Marketing PT Transjakarta), yang mengupas “Manifestasi Hati” dari sisi musik hingga kesehatan mental. Setelah itu, Nidji naik ke panggung dan membawakan total 11 lagu, mulai dari materi album terbaru hingga deretan hits lintas era seperti “Di Atas Awan”, “Laskar Pelangi”, “Rahasia Hati” dan “Hapus Aku”.
Malam kian larut, tapi hangatnya kebersamaan masih terasa. Showcase ini bukan sekadar perayaan ulang tahun album, melainkan bukti bahwa Nidji terus bertumbuh dan menemukan bentuk baru dalam bermusik—lebih jujur, lebih dekat, dan tetap relevan. “Manifestasi Hati” pun benar-benar hidup, bukan hanya di telinga, tapi juga di hati mereka yang hadir.














