Dua tahun setelah “Mengudara” merayakan kejujuran dan keresahan yang membumbung, Idgitaf kembali dengan sesuatu yang lebih hangat, lebih berani, dan lebih… ugal-ugalan. Lewat single barunya, “Sedia Aku Sebelum Hujan”, Gita seolah menjemput cinta dengan tangan terbuka—penuh keyakinan, tanpa perisai, tanpa malu. “Aku bisa memindahkan gunung untukmu,” begitu katanya, dan kita percaya, sebab nada-nada dalam lagu ini memang seolah mampu menggoyang langit yang mendung.
Dibalut dengan aroma country yang lembut dan permainan harmonika yang menuntun langkah, lagu ini tumbuh perlahan seperti pagi yang menjemput hujan. Vokal khas Gita menuturkan kisah cinta yang sederhana namun tulus, dengan drum dan biola yang mengalun semakin intens menuju akhir lagu—seakan seluruh semesta ikut berdetak bersamanya. Kolaborasinya dengan drummer Enrico Octaviano memberi warna baru: ada sisi maskulin yang menyeimbangkan kelembutan, seperti percakapan dua jiwa yang saling meneguhkan.
Bagi Gita, “Sedia Aku Sebelum Hujan” bukan sekadar lagu cinta. Ini adalah pernyataan hidup—tentang keberanian mencintai, tentang menemukan diri di tengah hubungan yang sehat, dan tentang belajar menjadi manusia yang utuh lewat cinta. Album ke-dua nanti dijanjikan akan menjadi perjalanan yang penuh eksplorasi, keseimbangan antara lembut dan kuat, antara hujan dan cahaya. Dan jika lagu ini adalah gerbangnya, maka kita sudah bisa menebak: dunia baru Idgitaf akan seindah caranya mencintai—tulus, jujur, dan sedikit gila dengan elegan.














