Wolf Alice akhirnya menepati janji manisnya ke Jakarta. Setelah bertahun-tahun cuma bisa dinikmati lewat layar dan headphone, band rock alternatif asal London Utara, Inggris ini sukses menghadirkan pengalaman konser yang intim, emosional, sekaligus penuh energi di Bengkel Space, Selasa malam, 13 Januari 2026. Buat banyak penonton, ini bukan sekadar konser—ini momen yang ditunggu lama.
Dalam rangkaian tur Dunia di Asia mereka, Wolf Alice lebih dulu menyambangi Bangkok (11 Januari), lalu Jakarta, sebelum menutup perjalanan di Singapura (15 Januari). Konser di Jakarta yang dipersembahkan oleh Collective Minds ini jadi kesempatan langka menyaksikan langsung fase terbaru dari band yang konsisten mendobrak batas rock kontemporer. Dipimpin oleh Ellie Rowsell (vokal/gitar), bersama Joff Oddie (gitar), Theo Ellis (bas), Joel Amey (drum) dan musisi tambahan Ryan Malcolm (keyboard), Wolf Alice tampil solid sejak detik pertama.
Tepat pukul 20.00 WIB, mereka naik ke panggung dan langsung membuka set dengan “Thorns”. Bengkel Space pun seketika bergemuruh. Tanpa banyak basa-basi, Wolf Alice lanjut menghajar penonton dengan “Bloom Baby Bloom”. Dua lagu pembuka ini—yang juga jadi trek pertama dan kedua album terbaru “The Clearing“—langsung mengatur tempo malam yang intens sejak awal.
Album “The Clearing” sendiri menjadi fokus utama konser malam itu. Dirilis di bawah Columbia Records, album ini menandai puncak kreativitas baru Wolf Alice dengan melodi berani, emosi yang dalam, dan eksplorasi suara yang ambisius. Tak heran jika album ini kembali mengantarkan mereka ke nominasi Mercury Prize 2025, menjadikan Wolf Alice sebagai salah satu band langka yang seluruh albumnya selalu mendapat pengakuan prestisius.
Kemampuan vokal Ellie Rowsell jadi salah satu sorotan utama. Ia dengan mulus berpindah dari vokal dreamy yang rapuh di “The Last Man on Earth” ke teriakan grunge yang meledak-ledak di “Giant Peach”. Di tengah konser, Ellie sempat menyapa penonton dengan bahasa Indonesia sederhana, “Terima kasih, Jakarta!”—sebuah gestur kecil yang langsung disambut sorak riuh dan senyum lebar di seluruh ruangan.
“Konser ini terasa seperti pulang, tapi juga menemukan sesuatu yang baru,” ujar Ita, salah satu penonton seusai pertunjukan. Pernyataan itu rasanya pas menggambarkan bagaimana Wolf Alice membawakan materi lama dan baru tanpa kehilangan benang merah emosionalnya. Lagu-lagu seperti “Bros”, “Don’t Delete the Kisses”, hingga “Yuk Foo” terdengar sama kuatnya dengan materi terbaru mereka.
Dengan total 22 lagu, lengkap dengan tata cahaya yang memukau dan kualitas suara yang jernih, Wolf Alice tampil konsisten dari awal hingga akhir. Tak berlebihan jika konser ini disebut sebagai salah satu “pembuka tahun terbaik di Jakarta”. Wolf Alice sekali lagi membuktikan reputasi mereka sebagai salah satu band live paling dahsyat di dunia saat ini—bukan cuma karena teknis, tapi karena kemampuan mereka membangun koneksi yang terasa personal dengan setiap penonton di ruangan.
Setlist Wolf Alice – Jakarta, 13 Januari 2026:
Thorns
Bloom Baby Bloom
White Horses
Formidable Cool
Just Two Girls
Leaning Against the Wall
How Can I Make It OK?
The Sofa
Bros
You’re a Germ
Safe From Heartbreak (If You Never Fall in Love)
Safe in the World
Delicious Things
Bread Butter Tea Sugar
Yuk Foo
Play the Greatest Hits
Silk
Play It Out
Giant Peach
Smile
Encore:The Last Man on Earth
Don’t Delete the Kisses
Jakarta sudah kebagian magisnya. Sekarang, tinggal menunggu kapan Wolf Alice kembali—dan semoga tidak selama penantian kali ini.














