Setelah lebih dari dua dekade mewarnai kancah musik Tanah Air, Two Triple O kembali bangkit dengan semangat baru. Band asal Bandung yang dikenal dengan warna R&B dan HipHop soulful ini resmi merilis mini album bertajuk “230” pada 3 Oktober 2025. Tak sekadar merilis karya, langkah ini menjadi bentuk tekad mereka untuk menghidupkan kembali budaya pertunjukan musik langsung — sesuatu yang dulu begitu lekat dengan kota Bandung dan para pencinta musik urban di awal 2000-an. “Kami ingin menghidupkan kembali kultur live music yang pernah sangat dekat dengan para pendengar. Musik bukan hanya soal suara, tapi juga soal energi, interaksi, dan pengalaman langsung dengan penonton,” tutur Jalu, sang vokalis, dengan nada yang penuh keyakinan.
Bagi sebagian besar penikmat musik era itu, nama Two Triple O bukanlah hal asing. Mereka pernah memeriahkan panggung kafe, klub, hingga festival musik di Bandung, Jakarta dan Surabaya. Album perdana mereka, “Finally“ (2007), menghadirkan lagu-lagu seperti “In Luv Wit U”, “Juz 1 Nite” dan “SemakinKu” yang kala itu menjadi napas baru bagi musik R&B HipHop lokal. Setelah menelurkan beberapa single seperti “Aku Cinta Kamu #ACK” (2011), “Still In Love” dan “Lo Gue End” (2014), hingga “Balik Terluka” (2016), band ini sempat redup dari sorotan. Namun kini, lewat EP “230”, mereka menyalakan kembali api yang sempat padam — dengan suara yang lebih matang, aransemen yang lebih berisi, dan jiwa yang sama: ingin membangun kembali keintiman antara musisi dan pendengar di atas panggung.
Dalam pengerjaan karya terbarunya, Two Triple O menggandeng Bowo Soulmate dari The Brownsu untuk memperkuat aransemen dan lapisan vokal. Kolaborasi ini menambah kedalaman pada karakter musik mereka, tanpa kehilangan rasa “organik” khas penampilan live band. EP ini dirilis di berbagai kanal digital seperti Spotify, YouTube, serta radio-radio urban di Indonesia. Tak berhenti di situ, mereka juga tengah mempersiapkan tur kecil dan penampilan festival untuk memperkenalkan kembali roh musik R&B HipHop yang hidup dan berdenyut bersama penonton.
“Lewat EP ini, kami ingin mengingatkan bahwa musik sejati masih butuh panggung, tatapan dan energi manusia,” tutup Jalu. Dengan “230”, Two Triple O bukan hanya menandai kembalinya mereka ke dunia musik, tapi juga menjadi penanda bahwa romantika live performance belum benar-benar usai—ia hanya menunggu untuk dinyalakan kembali. 🔥













