Film horor biasanya punya dua jenis makhluk yang bikin takut: hantu yang nongol tiba-tiba, dan masa lalu yang nggak mau pergi. Nah, “Other” karya sutradara Prancis David Moreau ini milih jalan ke-dua — mengandalkan luka batin, kenangan rumah masa kecil, dan teknologi yang lebih menyeramkan daripada CCTV kos-kosan.
Ceritanya mengikuti Alice (Olga Kurylenko), perempuan yang terpaksa pulang ke rumah lamanya setelah Sang Ibu meninggal. Rumah itu ternyata masih seperti dulu: dingin, sepi, tapi sekarang dilengkapi sistem pengawasan super canggih yang merekam setiap gerak-geriknya. Dari situ, satu demi satu rahasia masa lalu dan makhluk gelap mulai keluar dari sudut-sudut rumah — lengkap dengan simbolisme trauma dan obsesi kecantikan masa remaja yang bikin kepala agak gatal.
Secara konsep, “Other” sebenarnya menarik. Horor psikologis dengan bumbu teknologi modern — kombinasi yang bisa jadi keren kalau eksekusinya pas. Tapi sayangnya, hasilnya lebih mirip “film horor kontemplatif yang lupa bikin takut”. Olga Kurylenko tampil nyaris sendirian sepanjang film, berkeliling rumah sambil bermonolog seperti sedang audit perasaan. Sayangnya, ekspresinya yang datar dan dialog yang kadang janggal bikin suasana lebih mengawang daripada mencekam.
Sisi teknisnya patut diacungi jempol — pencahayaan dingin dan tata rumah yang terasa benar-benar “berhantu masa lalu” berhasil menciptakan atmosfer tak nyaman. Cuma ya itu, semakin lama film berjalan, semakin penonton sadar kalau hantunya bukan dari dunia lain, tapi dari naskah yang nggak tahu mau ke mana. Ada subplot soal kontes kecantikan, anak hilang di hutan, sampai makhluk pemakan wajah — semua dilempar tanpa benar-benar nyambung.
Bagi penggemar film horor yang suka mikir (dan sabar), “Other” mungkin masih bisa dinikmati. Tapi buat yang berharap teriak-teriak ketakutan, ya siap-siap kecewa. Ini lebih cocok disebut “film drama keluarga dengan setelan jumpscare” ketimbang horor murni.
Kesimpulannya, “Other” adalah film yang punya niat baik tapi terlalu sibuk memikirkan makna sampai lupa menakuti. Olga Kurylenko memang tetap tampak menawan, tapi di sini, bahkan kecantikannya pun ikut terseret oleh naskah yang… yah, other banget — beda, tapi nggak selalu dalam arti bagus.












