Band asal Jakarta, Heylo Jeylo, resmi melepas video musik terbaru untuk single “Bantal Favorit”, yang tayang perdana pada hari ini, 15 Oktober 2025 di kanal YouTube serta akun TikTok dan Instagram resmi mereka. Lewat rilisan ini, trio yang dikenal dengan gaya musik Soft Rock berdarah Pop dan Rock N’ Roll ini kembali menunjukkan bahwa mereka bukan cuma jago bikin lagu yang enak didengar, tapi juga punya cara seru dalam menyalurkan energi dan cerita lewat visual.
“Syutingnya tuh rame banget, ada tim Kataoila, Kak Claudia, Bang Ario, Om Beks, Om Theo, Bang Okiama, dan banyak lagi yang bantu di lapangan,” cerita para personel Heylo Jeylo. “Pokoknya kalau diceritain semua kejadian uniknya bisa jadi film sendiri. Kita berangkat tengah malam, nyampe Karawaci jam setengah dua pagi, besoknya on cam jam setengah tujuh, dan nggak ada satu pun dari kita yang sempet tidur. Totalitas banget kan—biar dapet aura mata panda dan vibe insomnia yang sesungguhnya,” tambah mereka sambil tertawa.
Menurut Heylo Jeylo, tantangan terbesar justru datang dari detail teknis dan kesabaran saat pengambilan gambar. “Ada scene yang harus fokus banget sama detail jam, ekspresi lelah, sampai adegan ketemu bantal favorit di toko online. Belum lagi pas di rooftop, panasnya luar biasa. Scene band juga nggak kalah ribet karena pakai teknik fast motion, jadi lagu mesti dilambatin setengah tempo. Mainnya jadi nahan banget, tapi hasilnya puas!” ungkap mereka.
Lewat video musik ini, Heylo Jeylo berharap bisa memperkenalkan diri lebih luas lagi ke para penikmat musik tanah air. “Kalau sebelumnya orang cuma tahu lagu kami, lewat video ini kalian bisa lihat wajah, gaya, dan energi kami yang sebenarnya. Semoga ‘Bantal Favorit’ bisa jadi lagu yang nemenin hari-hari kalian, entah pas lagi semangat, capek, atau insomnia kayak kami waktu syuting,” tutup mereka.
Heylo Jeylo—yang digawangi oleh Galeng Aditya (vokal, gitar), Rauwfee (bass, vokal latar) dan Berry Hosters (drum)—dibentuk pada 9 Maret 2020. Dengan warna musik yang memadukan kelembutan Pop dan semangat Rock, mereka terus melaju membawa pesan sederhana: musik itu soal rasa, bukan sekadar nada.














