Wijaya 80 kembali menghidupkan semangat eksplorasi emosional lewat kolaborasi terbarunya bersama Sal Priadi dalam single “Bulan Bintang, Garis Melintang”. Berawal dari pertemuan tak terencana di studio, keduanya justru menemukan senyawa yang terasa jujur dan mengalir begitu saja. Dari obrolan santai yang penuh canda, lahir sebuah karya yang merangkum dinamika cinta—tentang kedekatan, sekaligus batas yang tak bisa diabaikan.
Alih-alih melalui proses yang kaku, lagu ini berkembang secara organik, menjelma menjadi refleksi yang intim dan relevan. Peran Sal Priadi terasa kuat, terutama dalam pendekatan lirik yang personal hingga penentuan judul yang puitis. “Lagu ini lahir dari percakapan yang sangat jujur dan apa adanya. Kami tidak pernah benar-benar merencanakannya, tapi justru dari situ semuanya terasa lebih dekat dan nyata,” ujar Wijaya 80. Sal Priadi pun menambahkan, “Ada banyak cerita yang sebenarnya sederhana, tapi terasa besar ketika dijalani.”
“Bulan Bintang, Garis Melintang” bukan sekadar lagu, tapi ruang bagi pendengar untuk menafsirkan kisah mereka sendiri—tentang mencintai tanpa harus selalu memiliki sepenuhnya. Kolaborasi ini mempertemukan dua karakter musikal yang berbeda, namun justru saling melengkapi dengan hangat. Kini, single tersebut sudah bisa dinikmati di berbagai pelantar digital, siap menemani perjalanan rasa para pendengarnya.
Berisik Radio ─ Sejak 2009