Kalau kamu kangen sama film thriller jadul penuh rasa was-was ala tahun 70-an, “Relay” bisa jadi tontonan pas banget. Disutradarai David Mackenzie (Hell or High Water), film ini nyodorin sesuatu yang fresh di tengah banjir film aksi modern: bukan soal assassin, bukan juga soal agen rahasia, tapi tentang fixer misterius yang kerjanya ngelindungin whistleblower alias orang dalam yang berani bongkar rahasia perusahaan busuk.
Tokoh utamanya, Ash (diperanin ciamik sama Riz Ahmed), punya cara unik buat tetap aman di dunia serba digital: pake burner phone, kirim paket via pos, bahkan manfaatin layanan relay telepon buat tuna rungu. Kedengerannya “jadul”, tapi justru di situlah serunya—cara komunikasi yang low-key bikin tegang dan bikin kamu ikut parno.
Ceritanya makin greget waktu Ash ketemu Sarah (Lily James), seorang ilmuwan yang kabur bawa dokumen incriminating dari perusahaan biotech tempat dia kerja. Diburu sama tim pemburu korporasi (Sam Worthington & Willa Fitzgerald), mereka terjebak dalam permainan kucing-berburu-tikus yang bikin adrenalinmu terus naik.
Akting Riz Ahmed sama Lily James solid banget, chemistry-nya dapet, dan tensi filmnya dijaga biar nggak kebablasan jadi aksi bombastis. Dialog yang minim tapi lewat relay system malah nambahin nuansa dingin sekaligus creepy—kayak lo lagi ngobrol sama robot, tapi taruhannya nyawa.
Emang sih, di bagian akhir film agak goyah dan sedikit “ngehianatin” build-up awalnya. Tapi overall, Relay tetap jadi thriller anti-teknologi yang unik, intens, dan relevan banget sama isu jaman sekarang: apakah kamu bakal lawan sistem, atau justru kompromi sama mereka yang ngejerat kamu?
⭐ Skor: 8/10 – Cocok buat kamu yang suka film tegang tapi nggak klise, plus ada pesan soal kebebasan dan paranoia digital di baliknya.














