Berisik Radio
Advertisement
  • Home
  • Update!
    • All
    • Concert
    • Culture
    • Film
    • Liputan
    • Review
    Forgotten Island

    Forgotten Island: Dongeng Horor Yang Menjadi Kenyataan

    “The Dangers in My Heart: The Movie” — Ketika Cinta Tumbuh Pelan, Lalu Menetap Hangat di Hati

    “The Dangers in My Heart: The Movie” — Ketika Cinta Tumbuh Pelan, Lalu Menetap Hangat di Hati

    “Motor City”: Ketika Kesunyian Menjadi Mesin Pembalas Dendam

    “Motor City”: Ketika Kesunyian Menjadi Mesin Pembalas Dendam

    Jason Statham Mengamuk di Laut Lepas, “Mutiny” Gaspol dengan Laga Tanpa Rem!

    Jason Statham Mengamuk di Laut Lepas, “Mutiny” Gaspol dengan Laga Tanpa Rem!

    Perempuan Turun ke Lapangan, Patriarki Kena Tendangan Kung Fu!

    Perempuan Turun ke Lapangan, Patriarki Kena Tendangan Kung Fu!

    “Dear You”: Surat Cinta yang Menjaga Harapan di Tengah Luka

    “Dear You”: Surat Cinta yang Menjaga Harapan di Tengah Luka

    Trending Tags

    • New Releases
    • Radio Station
    • Events
    • Grassroots
    • Feature
      • Video
      • Podcast
    • Gear
    • Login
    • Register
    No Result
    View All Result
    • Home
    • Update!
      • All
      • Concert
      • Culture
      • Film
      • Liputan
      • Review
      Forgotten Island

      Forgotten Island: Dongeng Horor Yang Menjadi Kenyataan

      “The Dangers in My Heart: The Movie” — Ketika Cinta Tumbuh Pelan, Lalu Menetap Hangat di Hati

      “The Dangers in My Heart: The Movie” — Ketika Cinta Tumbuh Pelan, Lalu Menetap Hangat di Hati

      “Motor City”: Ketika Kesunyian Menjadi Mesin Pembalas Dendam

      “Motor City”: Ketika Kesunyian Menjadi Mesin Pembalas Dendam

      Jason Statham Mengamuk di Laut Lepas, “Mutiny” Gaspol dengan Laga Tanpa Rem!

      Jason Statham Mengamuk di Laut Lepas, “Mutiny” Gaspol dengan Laga Tanpa Rem!

      Perempuan Turun ke Lapangan, Patriarki Kena Tendangan Kung Fu!

      Perempuan Turun ke Lapangan, Patriarki Kena Tendangan Kung Fu!

      “Dear You”: Surat Cinta yang Menjaga Harapan di Tengah Luka

      “Dear You”: Surat Cinta yang Menjaga Harapan di Tengah Luka

      Trending Tags

      • New Releases
      • Radio Station
      • Events
      • Grassroots
      • Feature
        • Video
        • Podcast
      • Gear
      No Result
      View All Result
      Berisik Radio
      No Result
      View All Result
      Home Update! Film

      Peringati 25 Tahun Berkarya, Rudi Soedjarwo Siap Rilis Film Terbaru “Saat Menghadap Tuhan”

      Angkat Tema Bullying, Kisahnya Terinspirasi dari Pengalaman Personal Rudi

      Mahdesi Iskandar by Mahdesi Iskandar
      30 Mei 2024
      in Film, Update!
      0 0
      A A
      0
      Peringati 25 Tahun Berkarya, Rudi Soedjarwo Siap Rilis Film Terbaru “Saat Menghadap Tuhan”

      Press Conference "Saat Menghadap Tuhan", 29 Mei 2024

      10
      SHARES
      489
      VIEWS
      FacebookTwitterWhatsapp

      Memperingati 25 tahun berkreasi di jagad perfilman Indonesia, sutradara kawakan Rudi Soedjarwo siap merilis film teranyarnya, “Saat Menghadap Tuhan”, pada 6 Juni 2024 mendatang. Melalui “Saat Menghadap Tuhan”, Rudi berupaya mengeksplorasi isu-isu yang ia rasa perlu untuk lebih sering dibicarakan secara terbuka di masyarakat, antara lain soal perundungan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan seksual, trauma masa kecil, hingga self-love. “Saat Menghadap Tuhan” merupakan film pertama yang diproduksi oleh production house baru rintisan Rudi, RexCorp. Menjelang penayangannya di bioskop seluruh Indonesia bulan depan, ReXcorp pun telah mengungkap poster dan trailer resmi film yang dibintangi oleh Rafi Sudirman, Abielo Parengkuan, Denisha Wahyuni, Dede Satria, Cindy Sebastiani, Gilbert Pattiruhu, Aryani Willems, dan Poppy Sovia ini.

      Ide cerita “Saat Menghadap Tuhan”, merupakan cermin kegelisahan yang muncul dari pengalaman pribadi Rudi, yang kemudian ia kembangkan dan tulis naskahnya bersama dengan Djemima. Rudi berangkat dari premis yang cukup sederhana: dari sekian banyak tindak kekerasan traumatis yang acap kali menimpa remaja, siapa yang paling bertanggung jawab melindungi dan membimbing mereka? Dengan menuangkan keresahannya tersebut dalam film —sebuah medium populer dengan kemampuan menenstimulasi emosi melalui panca indera— Rudi menaruh harap bahwa karyanya ini bisa mengajak audiensnya agar selalu berusaha mengenali diri sendiri dan menggali kehidupan secara lebih dalam. Film ini juga diiintensikan sebagai pemantik dialog, untuk selalu mempertanyakan dogma-dogma yang dijejalkan oleh masyarakat secara serta-merta. Dengan mengadvokasikan berpikir kritis melalui tuturan kisah “Saat Menghadap Tuhan”, Rudi berharap mampu mendorong penontonnya untuk berani vokal, bertindak, hingga memutus rantai trauma dan luka batin yang disebabkan oleh generasi pendahulunya.Poster Resmi - Saat Menghadap Tuhan

      “Saat Menghadap Tuhan” bersentral pada kisah empat remaja dengan masalahnya masing-masing, namun disatukan oleh tali kenestapaan yang sama: penyesalan. Tiap kisah dari keempat protagonis ini, mewakili satu isu yang jamak ditemui di tengah masyarakat saat ini. Damar (Rafi Sudirman), seorang pemuda yang berangan ingin membahagiakan hidup ibunya, tumbuh dengan trauma dan kemarahan yang mengendap setelah menyaksikan ayahnya mati sia-sia di tangan seorang preman. Terbiasa diajarkan untuk tidak mengutarakan isi hatinya, gemuruh emosi dalam dirinya bak gunung berapi aktif yang bisa meletus kapan saja. Gito (Abielo Parengkuan), adalah sahabat Damar yang lahir dari keluarga serba berkecukupan. Di balik hidupnya yang tampak tak bermasalah, tidak terciptanya komunikasi yang sehat antara dirinya dan orang tuanya membuat ia tumbuh menjadi pribadi yang kikuk secara sosial, dan membuatnya jadi sasaran perundungan.

      Nala (Denisha Wahyuni) hidup di tengah keluarga yang gagal menjadi ruang aman dan lingkar pelindung utama bagi seorang remaja; di mana para lelaki di keluarganya tampak enteng saja menyakiti anggota perempuannya. Untungnya, Nala bisa menemukan ketenangannya dalam aktivitas dalam bermusik, yang ia gunakan sebagai pelarian dari pahitnya realita. Sedangkan Marlo (Dede Satria), adalah sosok jagoan di sekolah, berayahkan pria bertahta, dan tumbuh dengan bahasa cinta berwujud kekuasaan. Dibesarkan oleh ayah yang biasa membuatnya merasa kerdil, Marlo pun tumbuh menjadi remaja yang tak sungkan merundung dan membuat orang lain juga merasa kerdil; menciptakan rantai trauma yang diteruskan antargenerasi. Meskipun ingin bisa menjalani kehidupan normal seorang remaja, trauma dan luka batin yang mereka alami membuat keempatnya saling terkoneksi sembari bertarung dengan perangnya sendiri-sendiri.Rudi Soedjarwo

      25 Tahun Film-Film Rudi Soedjarwo: Selalu Jadi Wahana Awal Bakat-Bakat Baru

      Trailer “Saat Menghadap Tuhan”, yang diluncurkan pada 8 Mei 2024 lalu secara daring, diawali dengan handheld shot seorang karakter yang tengah berlari sambil berteriak histeris. Secara visual, dari adegan ini bisa ditarik benang merah unsur-unsur sinematik khas yang bisa ditemukan di dua karya Rudi terdahulu; sekuens berlarian di “Mengejar Matahari” dan nuansa kelam gang-gang sempit perkotaan di “9 Naga”. Hal ini, tentu menjadi homage yang menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi pecinta film-film buatan Rudi. Namun, tak hanya dari segi estetikanya saja ciri khas Rudi yang bisa ditemukan dalam Saat Menghadap Tuhan. Satu hal yang selalu konsisten dilakukan Rudi sejak film pertamanya, “Bintang Jatuh” di tahun 1999, tak luput ia ulang lagi di film terbarunya ini: meng-highlight aktor-aktris baru!

      Saat Menghadap Tuhan, yang keempat tokoh protagonisnya diperankan oleh empat aktor dan aktris baru dan berbakat, sangat patut dinantikan oleh semua pecinta film Indonesia. Mengingat dari rekam jejaknya, film-film Rudi kerap menjadi batu loncatan bagi para pelakon muda berbakat, yang di kemudian hari, berhasil berkembang menjadi aktor dan aktris papan atas.

      “Kenikmatan dan kepuasan saya bikin film adalah bila mampu melahirkan manusia-manusia baru yang berbakat, baik di depan layar maupun di belakang layar dalam film saya. Jadi, karya saya bukan hanya filmnya, tapi juga manusia yang terlibat dalam pembuatannya. Hal itu yang membuat semua jadi layak diperjuangkan.” – Rudi
      Soedjarwo

      Film perdana Rudi, “Bintang Jatuh”, merupakan debut layar lebar dari dua aktris pemenang Piala Citra: Dian Sastrowardoyo dan Marcella Zalianty. Bintang Jatuh pula yang meyakinkan duo produser Mira Lesmana dan Riri Riza, untuk akhirnya menggaet Rudi untuk menyutradarai “Ada Apa dengan Cinta?” (2002). Selain saat ini telah menjadi salah satu film Indonesia paling ikonis sepanjang masa, “Ada Apa dengan Cinta?” juga menjadi penampilan debut aktor dan aktris muda yang dikemudian hari berhasil memposisikan diri mereka sebagai aktor kawakan (tiga di antaranya juga berhasil memenangkan Piala Citra): Nicholas Saputra, Adinia Wirasti, Ladya Cheryl, dan Sissy Priscillia. Dalam rentang 10 tahun setelahnya, film-film besutan Rudi konsisten melahirkan bakat-bakat cemerlang masa depan perfilman Tanah Air. “Mengejar Matahari” (2004) yang jadi film pertama Fedi Nuril dan Fauzi Baadila; Sigi Wimala yang debut di “Tentang Dia” (2005); Dwi Sasono mendapatkan peran layar lebar pertamanya di “Mendadak Dangdut” (2006); Poppy Sovia, yang juga tampil dalam “Saat Menghadap
      Tuhan”, pertama kali bermain dalam layar lebar di “Mengejar Mas-Mas” (2007); dan dua personel Coboy Jr., Bastian Steel dan Iqbaal Ramadhan, pertama kali menjajal berakting di “Lima Elang” (2011).

      Setelah 25 tahun berkecimpung sebagai sutradara, saksikan kepiawaian Rudi Soedjarwo yang mampu mengeluarkan performa akting prima dari aktor dan aktris pendatang baru dalam “Saat Menghadap Tuhan”, mulai tayang di bioskop 6 Juni 2024!

      Tags: bioskopDramafilmFilm NasionalLayar LebarPelecehan SeksualPerundunganRemaja
      Mahdesi Iskandar

      Mahdesi Iskandar

      Music Director

      Related Posts

      Forgotten Island

      Forgotten Island: Dongeng Horor Yang Menjadi Kenyataan

      2 Oktober 2026
      “The Dangers in My Heart: The Movie” — Ketika Cinta Tumbuh Pelan, Lalu Menetap Hangat di Hati

      “The Dangers in My Heart: The Movie” — Ketika Cinta Tumbuh Pelan, Lalu Menetap Hangat di Hati

      1 September 2026
      “Motor City”: Ketika Kesunyian Menjadi Mesin Pembalas Dendam

      “Motor City”: Ketika Kesunyian Menjadi Mesin Pembalas Dendam

      27 Agustus 2026
      Jason Statham Mengamuk di Laut Lepas, “Mutiny” Gaspol dengan Laga Tanpa Rem!

      Jason Statham Mengamuk di Laut Lepas, “Mutiny” Gaspol dengan Laga Tanpa Rem!

      20 Agustus 2026
      Perempuan Turun ke Lapangan, Patriarki Kena Tendangan Kung Fu!

      Perempuan Turun ke Lapangan, Patriarki Kena Tendangan Kung Fu!

      12 Agustus 2026
      “Dear You”: Surat Cinta yang Menjaga Harapan di Tengah Luka

      “Dear You”: Surat Cinta yang Menjaga Harapan di Tengah Luka

      12 Agustus 2026
      Load More

      Trending Article

      • 25 REKOMENDASI LAGU SEDIH YANG AKAN BUAT LO NANGIS

        25 REKOMENDASI LAGU SEDIH YANG AKAN BUAT LO NANGIS

        70 shares
        Share 29 Tweet 17
      • Peringkat Album Bring Me The Horizon

        60 shares
        Share 25 Tweet 15
      • 10 lagu Oasis Terbaik

        49 shares
        Share 20 Tweet 12
      • “Origin” Album Perdana Pengukuhan Eksistensi 510

        49 shares
        Share 20 Tweet 12
      • 10 Fakta Yang Mungkin Lo Belum Ketahui Tentang Arctic Monkeys

        48 shares
        Share 19 Tweet 12

      TRENDING NEW RELEASES

      No Content Available

      TRENDING ARTICLE

      • “Sore Istri dari Masa Depan”: Film Drama Romantis Fantasi yang Mengharukan

        “Sore Istri dari Masa Depan”: Film Drama Romantis Fantasi yang Mengharukan

        10 shares
        Share 4 Tweet 3
      • “Miquella”: Album yang Bikin Kita Intip Isi Diary Crawla

        17 shares
        Share 7 Tweet 4
      • 35 Tahun Berlalu, Pestolaer Kembali Mengguncang Skena: “Nothing Best But Friends” Satukan 12 Band Lintas Generasi

        9 shares
        Share 4 Tweet 2
      • Ini Fakta Lengkap Latar Belakang Pendidikan Member EXO

        7 shares
        Share 18 Tweet 11
      • “Origin” Album Perdana Pengukuhan Eksistensi 510

        49 shares
        Share 20 Tweet 12
      • Rhapsody of Fire akan Tampil di Jakarta dalam Rangkaian ”Challenge The Wind” Asia & Australia Tour

        11 shares
        Share 4 Tweet 3
      • Berkolaborasi dengan White Orchestra, D’Cinnamons Rilis Single “Kartini (Perempuan Hebat)”

        10 shares
        Share 4 Tweet 3
      Berisik Radio

      Internet Radio and Web Magazine,
      Most of our listeners and readers are teenagers and Berisik Radio has become part of their Enthusiasm.

      Categories

      • Albums
      • Audio
      • Chart
      • Concert
      • Culture
      • Featured
      • Film
      • Gear
      • Grassroots
      • Liputan
      • Music Video
      • New Releases
      • Podcast
      • Review
      • Singles
      • Uncategorized
      • Update!
      • Video

      Quick Link

      • About Us
      • Team
      • Contact
      • Privacy Policy
      • FAQ

      Newsletter

      *berita terkini langsung ke email kamu

      Berisik Radio ─ Sejak 2009

      No Result
      View All Result
      • Login
      • Sign Up
      • Home
      • Update!
        • Liputan
        • Culture
        • Review
      • New Releases
      • Events
      • Grassroots
      • Featured
        • Podcast
        • Video
      • Gear

      Berisik Radio ─ Sejak 2009

      Welcome Back!

      Sign In with Facebook
      OR

      Login to your account below

      Forgotten Password? Sign Up

      Create New Account!

      Sign Up with Facebook
      OR

      Fill the forms below to register

      All fields are required. Log In

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In

      Add New Playlist

      X