Berisik Radio
Advertisement
  • Home
  • Update!
    • All
    • Concert
    • Culture
    • Film
    • Liputan
    • Review
    Forgotten Island

    Forgotten Island: Dongeng Horor Yang Menjadi Kenyataan

    “The Dangers in My Heart: The Movie” — Ketika Cinta Tumbuh Pelan, Lalu Menetap Hangat di Hati

    “The Dangers in My Heart: The Movie” — Ketika Cinta Tumbuh Pelan, Lalu Menetap Hangat di Hati

    “Motor City”: Ketika Kesunyian Menjadi Mesin Pembalas Dendam

    “Motor City”: Ketika Kesunyian Menjadi Mesin Pembalas Dendam

    Jason Statham Mengamuk di Laut Lepas, “Mutiny” Gaspol dengan Laga Tanpa Rem!

    Jason Statham Mengamuk di Laut Lepas, “Mutiny” Gaspol dengan Laga Tanpa Rem!

    Perempuan Turun ke Lapangan, Patriarki Kena Tendangan Kung Fu!

    Perempuan Turun ke Lapangan, Patriarki Kena Tendangan Kung Fu!

    “Dear You”: Surat Cinta yang Menjaga Harapan di Tengah Luka

    “Dear You”: Surat Cinta yang Menjaga Harapan di Tengah Luka

    Trending Tags

    • New Releases
    • Radio Station
    • Events
    • Grassroots
    • Feature
      • Video
      • Podcast
    • Gear
    • Login
    • Register
    No Result
    View All Result
    • Home
    • Update!
      • All
      • Concert
      • Culture
      • Film
      • Liputan
      • Review
      Forgotten Island

      Forgotten Island: Dongeng Horor Yang Menjadi Kenyataan

      “The Dangers in My Heart: The Movie” — Ketika Cinta Tumbuh Pelan, Lalu Menetap Hangat di Hati

      “The Dangers in My Heart: The Movie” — Ketika Cinta Tumbuh Pelan, Lalu Menetap Hangat di Hati

      “Motor City”: Ketika Kesunyian Menjadi Mesin Pembalas Dendam

      “Motor City”: Ketika Kesunyian Menjadi Mesin Pembalas Dendam

      Jason Statham Mengamuk di Laut Lepas, “Mutiny” Gaspol dengan Laga Tanpa Rem!

      Jason Statham Mengamuk di Laut Lepas, “Mutiny” Gaspol dengan Laga Tanpa Rem!

      Perempuan Turun ke Lapangan, Patriarki Kena Tendangan Kung Fu!

      Perempuan Turun ke Lapangan, Patriarki Kena Tendangan Kung Fu!

      “Dear You”: Surat Cinta yang Menjaga Harapan di Tengah Luka

      “Dear You”: Surat Cinta yang Menjaga Harapan di Tengah Luka

      Trending Tags

      • New Releases
      • Radio Station
      • Events
      • Grassroots
      • Feature
        • Video
        • Podcast
      • Gear
      No Result
      View All Result
      Berisik Radio
      No Result
      View All Result
      Home New Releases Albums

      35 Tahun Berlalu, Pestolaer Kembali Mengguncang Skena: “Nothing Best But Friends” Satukan 12 Band Lintas Generasi

      Ada band yang meninggalkan lagu. Ada pula yang meninggalkan cerita. Pestolaer meninggalkan keduanya—dan 35 tahun setelah perjalanan mereka dimulai, cerita itu kembali diperdengarkan dengan energi baru.

      Mahdesi Iskandar by Mahdesi Iskandar
      7 Oktober 2026
      in Albums, New Releases
      0 0
      A A
      0
      35 Tahun Berlalu, Pestolaer Kembali Mengguncang Skena: “Nothing Best But Friends” Satukan 12 Band Lintas Generasi

      PESTOLAER - Foto: Tambourine Management

      9
      SHARES
      452
      VIEWS
      FacebookTwitterWhatsapp

      Melalui “Tribute to Pestolaer: Nothing Best But Friends”, popaktif.id bersama Lost Wave Record mengajak 12 band lintas generasi untuk menafsirkan kembali karya-karya Pestolaer. Bukan sekadar album penghormatan yang mengajak pendengar bernostalgia, proyek ini justru menjadi ruang pertemuan antara musik yang lahir dari skena bawah tanah era 1990-an dengan generasi musisi yang terus menghidupkan semangat independen hari ini.

      Pestolaer dibentuk di Jakarta pada 1992 oleh Taba (vokal), Nyoman (gitar), P.A (bass) dan Boris (drum). Pada masa awal, mereka berada di tengah gelombang punk rock awal skena bawah tanah Jakarta dan sempat membawakan sejumlah lagu Sex Pistols. Namun, Pestolaer tidak berhenti di sana.

      Dua tahun kemudian, mereka mengambil langkah berani dengan mengubah arah musikal menuju indie rock dan madchester. Pengaruh The Charlatans dan The Stone Roses ikut memberi warna pada eksplorasi tersebut. Dari punk rock yang mentah dan penuh energi, Pestolaer berkembang menuju wilayah indie rock, Britpop, hingga sentuhan psikedelik.

      Perubahan itu menjadi salah satu kekuatan Pestolaer. Mereka tidak terpaku pada satu formula, melainkan terus mencari bentuk baru melalui struktur lagu yang organik, eksplorasi efek gitar, serta semangat do-it-yourself yang sangat lekat dengan kultur musik independen.

      Jejak tersebut dapat ditelusuri melalui “Kembali” (1995), “Jang Doeloe” (1997), hingga “Rhythm of Mine” (2013), yang dirilis bersamaan dengan album antologi Birth – School – Indie Rock – Death. Rangkaian karya tersebut menjadi bagian dari arsip perjalanan musik independen Indonesia sekaligus bukti bahwa Pestolaer berada di salah satu titik penting perubahan lanskap musik alternatif Jakarta.

      Bersama sejumlah nama seperti rumahsakit, Pure Saturday dan PAS Band, Pestolaer ikut menunjukkan bahwa musik di luar lingkaran label rekaman besar memiliki ruang untuk tumbuh, menemukan pendengar dan membangun komunitasnya sendiri.

      Keberanian mereka memasukkan pengaruh indiepop dan Britpop pada pertengahan 1990-an juga turut membuka jalan bagi perkembangan musik indie rock Indonesia pada periode berikutnya. Bahkan ketika sebuah band berganti fase, jejak kreatif para personelnya terus mengalir ke proyek-proyek lain. Angga, misalnya, yang pernah menjadi gitaris Pestolaer, kemudian mendirikan Ramayana Soul dengan pendekatan raga-rock dan psikedelik.

      Kini, semangat tersebut mendapatkan napas baru melalui “Nothing Best But Friends”.

      Album tribute ini menghadirkan 12 interpretasi berbeda dari 12 band. And Bellyaches membuka daftar melalui “Colours”, disusul Furs dengan “Tribute for You” dan Fuzzya melalui “Istana Pasir”. Gudtings menghadirkan “Oempama”, sementara Kebunku mengambil “Monas” dan Lipgloss menafsirkan “Dermaga”.

      Lucy Enigma membawa “Menari Tanpa Gerak”, Shakaboyd mengolah “Lay Down”, The Bunbury menghadirkan “New Decade” dan The Corner of My Room memberikan warna berbeda melalui “Terlalu Melamun”. Sementara itu, The North Palm hadir dengan “Over You” dan The Portray menutup daftar dengan “Pemimpin Cahaya”.

      Dua belas lagu tersebut memperlihatkan bahwa karya lama tidak harus diperlakukan seperti benda museum. Setiap band diberi ruang untuk membawa karakter mereka sendiri, sehingga lagu-lagu Pestolaer dapat terdengar kembali dengan perspektif yang berbeda.

      Proses produksinya pun mempertahankan semangat mandiri tersebut. Proses pencampuran suara dikerjakan oleh masing-masing band, sedangkan proses mastering dipercayakan kepada Danu Ega Haryanto. Hasilnya adalah sebuah album yang tidak berusaha menghapus jejak masa lalu, tetapi justru mengolahnya menjadi sesuatu yang relevan bagi pendengar hari ini.

      LIPGLOSS

      Yang menarik, “Nothing Best But Friends” tidak berhenti sebagai rilisan musik. Album ini akan hadir dalam format kaset pada 11 Oktober 2026, bertepatan dengan rangkaian kegiatan hearing session di Psychocandy Records, Kemang, Jakarta Selatan.

      Kegiatan tersebut akan mempertemukan sejumlah pelaku musik dan penggiat skena independen untuk mendengarkan serta membicarakan kembali karya-karya Pestolaer. Setelahnya, rangkaian perayaan ini direncanakan berlanjut melalui kegiatan release party.

      Semangat yang sama juga dibawa ke ranah visual dan gaya hidup melalui kolaborasi merchandise bersama Gingham Box. Dalam proyek ini, Anggi Faradilla/Mica (Lucy Enigma) terlibat sebagai perancang karya visual dan tata letak album. Kolaborasi tersebut memperluas semesta “Nothing Best But Friends” dari sekadar musik menjadi pertemuan antara suara, visual, fesyen, dan kultur independen.

      THE PORTRAY

      Pada akhirnya, “Nothing Best But Friends” bukan sekadar usaha untuk mengenang Pestolaer. Album ini adalah cara untuk mempertemukan kembali lagu-lagu lama dengan telinga baru.

      Sebab warisan musik tidak selalu harus disimpan dalam lemari arsip. Kadang, ia perlu dikeluarkan kembali, diputar keras-keras, ditafsirkan ulang, lalu diberikan kepada generasi berikutnya.

      Dan setelah 35 tahun, Pestolaer membuktikan satu hal: musik yang benar-benar punya nyawa tidak pernah selesai. Ia hanya menunggu untuk ditemukan kembali.

      Tags: AlbumBandCompilationCoverIndieLegendMusik IndonesiaNew ReleaseRockTribute
      Mahdesi Iskandar

      Mahdesi Iskandar

      Music Director

      Related Posts

      Yura Yunita dan “Pertiwi”: Ketika Sunyi Menjadi Tempat Pulang bagi Keberanian

      Yura Yunita dan “Pertiwi”: Ketika Sunyi Menjadi Tempat Pulang bagi Keberanian

      2 September 2026
      Lurruh Menghantam dengan “Bilur”: Ketika Tekanan Hidup Berubah Jadi Amarah Metallic Hardcore

      Lurruh Menghantam dengan “Bilur”: Ketika Tekanan Hidup Berubah Jadi Amarah Metallic Hardcore

      1 September 2026
      “It’s All My Fault!”: Filsummer Meledakkan Luka lewat “Wild Goose Chase”

      “It’s All My Fault!”: Filsummer Meledakkan Luka lewat “Wild Goose Chase”

      27 Agustus 2026
      KAYL Siap “Meledak”! Debut Pop Penuh Deg-Degan dari Sidoarjo yang Bikin Penasaran

      KAYL Siap “Meledak”! Debut Pop Penuh Deg-Degan dari Sidoarjo yang Bikin Penasaran

      27 Agustus 2026
      Melawan Gelap, Mengguncang Batas: Morbid Monke Kobarkan Jiwa Punk Lewat “Schizophrenic”

      Melawan Gelap, Mengguncang Batas: Morbid Monke Kobarkan Jiwa Punk Lewat “Schizophrenic”

      6 Agustus 2026
      Piknik Menyalakan “Astrometri”, Cahaya Baru Musik Independen yang Tak Pernah Padam

      Piknik Menyalakan “Astrometri”, Cahaya Baru Musik Independen yang Tak Pernah Padam

      6 Agustus 2026
      Load More

      Trending Article

      • 25 REKOMENDASI LAGU SEDIH YANG AKAN BUAT LO NANGIS

        25 REKOMENDASI LAGU SEDIH YANG AKAN BUAT LO NANGIS

        70 shares
        Share 29 Tweet 17
      • Peringkat Album Bring Me The Horizon

        60 shares
        Share 25 Tweet 15
      • 10 lagu Oasis Terbaik

        49 shares
        Share 20 Tweet 12
      • “Origin” Album Perdana Pengukuhan Eksistensi 510

        48 shares
        Share 19 Tweet 12
      • 10 Fakta Yang Mungkin Lo Belum Ketahui Tentang Arctic Monkeys

        48 shares
        Share 19 Tweet 12

      TRENDING NEW RELEASES

      No Content Available

      TRENDING ARTICLE

      • “Sore Istri dari Masa Depan”: Film Drama Romantis Fantasi yang Mengharukan

        “Sore Istri dari Masa Depan”: Film Drama Romantis Fantasi yang Mengharukan

        10 shares
        Share 4 Tweet 3
      • “Miquella”: Album yang Bikin Kita Intip Isi Diary Crawla

        17 shares
        Share 7 Tweet 4
      • Ini Fakta Lengkap Latar Belakang Pendidikan Member EXO

        7 shares
        Share 18 Tweet 11
      • 35 Tahun Berlalu, Pestolaer Kembali Mengguncang Skena: “Nothing Best But Friends” Satukan 12 Band Lintas Generasi

        9 shares
        Share 4 Tweet 2
      • Kisah-Kisah Mengerikan Berdasar Kartu Tarot Diangkat Menjadi Film

        10 shares
        Share 4 Tweet 3
      • High Therapy x Jovian Fraaije Dalam Pembuatan Music Video “TV and Antenna”

        17 shares
        Share 7 Tweet 4
      • Forgotten Island: Dongeng Horor Yang Menjadi Kenyataan

        9 shares
        Share 4 Tweet 2
      Berisik Radio

      Internet Radio and Web Magazine,
      Most of our listeners and readers are teenagers and Berisik Radio has become part of their Enthusiasm.

      Categories

      • Albums
      • Audio
      • Chart
      • Concert
      • Culture
      • Featured
      • Film
      • Gear
      • Grassroots
      • Liputan
      • Music Video
      • New Releases
      • Podcast
      • Review
      • Singles
      • Uncategorized
      • Update!
      • Video

      Quick Link

      • About Us
      • Team
      • Contact
      • Privacy Policy
      • FAQ

      Newsletter

      *berita terkini langsung ke email kamu

      Berisik Radio ─ Sejak 2009

      No Result
      View All Result
      • Login
      • Sign Up
      • Home
      • Update!
        • Liputan
        • Culture
        • Review
      • New Releases
      • Events
      • Grassroots
      • Featured
        • Podcast
        • Video
      • Gear

      Berisik Radio ─ Sejak 2009

      Welcome Back!

      Sign In with Facebook
      OR

      Login to your account below

      Forgotten Password? Sign Up

      Create New Account!

      Sign Up with Facebook
      OR

      Fill the forms below to register

      All fields are required. Log In

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In

      Add New Playlist

      X