Ada band yang buru-buru ngeluarin album biar cepet dilihat, ada juga yang milih nunggu sampe semuanya kerasa pas. JALESDEVA jelas masuk kategori kedua. Setelah digarap selama 4 tahun, kuartet indie pop asal Jakarta ini akhirnya ngerilis album penuh pertama mereka, “Flabbergasted”, hari ini, 24 Juli 2026 — lengkap dengan single pembuka “Dalam Orbit Antariksa”.
Buat yang belum kenal, JALESDEVA digawangi Leo (vokal, gitar), Nad (bass), Seta (gitar), dan Nanda (drum). Nama mereka mungkin belum se-mainstream nama-nama besar yang lahir dari lingkaran Institut Kesenian Jakarta, tapi jalur yang mereka tempuh familiar buat siapa pun yang ngikutin scene indie Jakarta dari dulu: mulai dari EP mini, jajal panggung gigs dan festival lokal, pelan-pelan bangun basis pendengar, sampai akhirnya siap dengan format full album. Sebelum “Flabbergasted”, mereka sempat merilis EP perdana “Chiming Bells” — jadi album ini bukan proyek dadakan, tapi hasil dari proses yang emang udah dijalani pelan-pelan.
Delapan Trek, Lima Studio, Satu Perjalanan Panjang
Yang menarik, proses produksinya nggak cuma lahir dari satu tempat — album ini digodok di lima studio berbeda: Dexter Studio, 168 Studio, Third Floor Studio, Studio Teras Belakang, dan NM Digirecord. Di fase awal, Pandu Fuzztoni sempat turun tangan sebagai produser. Kalau lo denger rekam jejak proses kayak gini, biasanya hasilnya emang lebih “hidup” — tiap studio punya karakter sonic sendiri, dan itu ngasih tekstur yang beda-beda di tiap lagu, bukan album yang keluar dari satu treatment doang.
Sisi visualnya juga digarap serius: artwork album dan single dibintangi Juan Maharama (@juannrama), digarap oleh Muhammad Bintang Faaiz (@bintangfaaiz) bareng Muhamad Akbar (@akbar.ree). Buat band indie, visual sekuat ini biasanya jadi sinyal kalau mereka emang niat bangun identitas yang utuh, bukan cuma ngejar telinga doang.
“Dalam Orbit Antariksa”: Pintu Masuk yang Dipilih dengan Sadar
Dari delapan lagu, JALESDEVA milih “Dalam Orbit Antariksa” — atau disingkat D.O.A — jadi single pembuka sekaligus pintu masuk ke album. Pilihan ini kerasa disengaja: lagu ini ngomongin gimana rasanya nyari ruang refleksi di tengah banjir informasi dan riuhnya ruang publik hari ini, dibungkus lewat metafora lintasan orbit. Ada nuansa “keep going meski nggak pasti” yang relate banget buat siapa pun yang ngerasa capek sama kebisingan digital belakangan ini — sebuah keresahan yang jujur aja, makin kerasa buat generasi yang tumbuh besar transisi dari radio ke feed tanpa henti.
Kenapa Ini Layak Masuk Radar Lo
Buat pendengar yang gede dengerin indie pop Jakarta dari era 2000-an sampe sekarang, “Flabbergasted” ini kerasa kayak potret regenerasi — band baru yang jelas paham akar scene-nya, tapi nggak takut ngomongin kegelisahan yang sangat 2020-an. Album penuh pertama biasanya jadi taruhan besar buat sebuah band: apa mereka bisa jaga napas dari lagu pertama sampe terakhir. Dengan proses empat tahun dan lima studio di belakangnya, JALESDEVA keliatan nggak buru-buru soal itu.
“Flabbergasted” udah bisa didengerin di semua platform musik digital.
Ikuti JALESDEVA: Instagram @jalesdeva · TikTok @jalesdeva · YouTube: Jalesdeva · Spotify: Jalesdeva · Apple Music: Jalesdeva














