Grup band skatepunk asal Jakarta, Man Sinner, kembali menunjukkan sisi lain dari musikalitas mereka lewat perilisan single terbaru bertajuk “Bumi Menangis (Unplugged)”. Lagu ini hadir sebagai respons spontan atas bencana banjir bandang yang baru-baru ini melanda Sumatra dan Aceh—sebuah refleksi jujur yang lahir dari keprihatinan, bukan sekadar wacana.
Single “Bumi Menangis (Unplugged)” dirilis dalam dua format. Video musikya tayang perdana pada hari ini, 9 Januari 2026 lalu di kanal YouTube resmi Man Sinner, sementara versi audio akan tersedia di berbagai pelantar musik digital mulai 9 Februari 2026. Berbeda dari karakter mereka yang identik dengan musik berenergi tinggi, kali ini Man Sinner memilih pendekatan lebih tenang dan intim agar pesan liriknya bisa terasa lebih dalam.
“Kami ingin siapa pun yang mendengar lagu ini bisa ikut merenung dan mencipta perubahan. Perubahan tidak akan terjadi jika tidak dimulai dari diri sendiri, lalu menyebar ke orang lain,” ujar Achmad Alwan Damanik (vokal/gitar) dalam keterangan tertulisnya.
Lagu ini merupakan versi ulang dari materi utama dalam album “Bumi Menangis” yang dirilis pada 2020. Pengemasan ulang dalam format unplugged dipilih karena pesan yang diusung terasa semakin relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Menurut Agga Satria Prabowo (gitar), lagu ini mengajak pendengar untuk kembali memikirkan relasi manusia dengan alam.
“Lirik lagu ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghentikan eksploitasi berlebihan terhadap Bumi. Jika tidak, alam akan mencari keseimbangannya sendiri melalui bencana yang pasti memakan korban,” jelas Agga.
Tak hanya lewat audio, pesan tersebut juga diperkuat melalui video musik yang menampilkan rangkaian visual banjir di berbagai wilayah Indonesia, disandingkan dengan dokumentasi eksploitasi hutan yang dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit. Pendekatan visual ini dipilih agar pesan lagu lebih mudah ditangkap oleh publik masa kini — sebuah pengingat lirih bahwa Bumi sedang tidak baik-baik saja dan perubahan bisa dimulai dari sekarang
“Di era media sosial dan gawai seperti sekarang, manusia lebih cenderung menjadi makhluk visual. Kami berharap pesan lagu ini lebih kuat tersampaikan lewat format video klip,” tutur Nero Riansyah (bass/vokal latar).
Proses penggarapan lagu ini pun terbilang cepat dan emosional. Agung Bahtiar (drum) mengungkapkan bahwa karya ini lahir secara spontan, bahkan membuat mereka menunda agenda rekaman dua lagu baru yang sebelumnya telah direncanakan.
“Karya ini digarap secara spontan setelah melihat peristiwa bencana kemarin. Jadwal rekaman dua lagu baru kami tunda dulu,” ucap Agung.
Usai perilisan “Bumi Menangis (Unplugged)”, Man Sinner dijadwalkan tampil di sejumlah panggung musik di kawasan Jabodetabek sepanjang Januari hingga Februari 2026.














