Guys, kalian tahu nggak sih, kalau musik tradisi kita yang keren itu sekarang makin dapet perhatian serius? Yap, baru-baru ini muncul gerakan kece dari pemerintah dan pelaku budaya buat melindungi hak-hak ekonomi para pencipta dan pelaku musik tradisional. Namanya Lembaga Manajemen Kolektif Berbasis Musik Tradisi Nusantara, yang digerakkan lewat program Langgam Kreasi Budaya.
Jadi gini, musik etnik Indonesia tuh kaya banget, tapi sayangnya sering nggak dapet perlindungan yang layak. Nah, LMK ini hadir sebagai bentuk komitmen buat ngejaga karya musik tradisi biar nggak disalahgunakan, sekaligus ngasih keuntungan ekonomi ke penciptanya. Mantap, kan?
Proses pembentukannya difasilitasi sama Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek dan Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham, plus kerja bareng Yayasan Kokarindo (yang ngurusin komunikasi karawitan). Intinya, mereka pengen bikin sistem yang fair buat musisi tradisi dari Sabang sampai Merauke.
LMK Musik Tradisi ini dibagi jadi 3:
1. Langgam Kreasi Budaya (LKB) – buat ngurus hak cipta si pencipta lagu.
2. Citra Nusa Swara (CNS) – buat pelaku pertunjukan, kayak sinden, penari, dll.
3. Pro Karindo Utama (PKU) – buat produser fonogram, alias yang rekam dan distribusi karya.
Ide ini muncul dari Kongres Musik Indonesia (KAMI) 2018 di Ambon & Kongres Musik Tradisi 2021. Tujuannya? Biar ada sistem yang ngatur pembagian royalti secara adil & legal buat semua yang terlibat dalam musik etnik.
Intinya, musik tradisi bukan cuma warisan budaya, tapi juga sumber penghidupan yang harus dijaga bareng-bareng. Jadi kalau kamu musisi tradisional atau penikmatnya, ayo dukung gerakan ini! 💥🎶












