Kalau kamu lagi kangen film aksi gaya Guy Ritchie—yang penuh gangster absurd, heist kacau, dan dialog yang kadang nggak masuk akal tapi tetap ngena—“Wildcat” bisa jadi obat rindu. Meski vibe-nya jelas banget kayak “Snatch” atau “Lock, Stock and Two Smoking Barrels”, versi hemat ini secara mengejutkan cukup menghibur dari awal sampai akhir.
Aksi Balik Lagi ke Dunia Gelap
Kate Beckinsale tampil sebagai Ada, ibu tunggal dari Charlotte (Isabelle Moxley), putrinya yang tunarungu. Hidup normal? Jelas enggak. Film ini langsung buka dengan aksi perampokan berlian yang bikin kita sadar: masa lalu Ada jauh dari kata damai.
Geng kecil yang ia pimpin juga lumayan unik: Roman si mantan pacar bule yang jago berantem (Lewis Tan), Curtis (Bailey Patrick) yang paling bisa diandalkan, dan Edward (Rasmus Hardiker)—adik kandungnya sendiri yang tingkahnya bikin pusing tapi tetap harus diselamatkan, baik dari musuh maupun diri sendiri.
Cerita dasarnya klasik: orang tercinta diculik, dan sang jagoan harus kembali ke dunia kelam yang sudah ia tinggalkan. Klise? Iya. Tapi tetap efektif.
Chaos di East London yang Fantastis Tapi Fiktif
Setting-nya digambarkan sebagai East London yang kumuh, brutal, dan dikuasai geng-geng eksentrik. Realistis? Nggak juga. Seru? Banget. Ada juga side quest ke klub BDSM mewah yang dikelola karakter misterius bernama Cia (Mathilde Warnier)—bumbu yang lumayan ngasih warna baru di tengah kisah kriminal khas Inggris.
Walau lanskap kasarnya fiktif, atmosfernya enak diikuti, kayak kamu lagi jalan-jalan di dunia gim open-world penuh bahaya tapi penuh kejutan.
Aksi Mantap & Chemistry Panas-Dingin
Beckinsale kembali membuktikan kalau layar aksi memang habitatnya. Ia tampil kuat, cekatan, tapi tetap punya sisi emosional yang bikin karakternya nggak cuma mesin tempur. Sementara itu, Lewis Tan jadi kejutan menyenangkan. Gerakannya tajam, karismanya kebanjiran, dan interaksinya dengan Beckinsale selalu seru—baik pas lagi serius maupun pas lagi saling ngegas.
Aksi pertarungannya rapi, brutal secukupnya, dan nggak bertele-tele. Editingnya juga cukup rapat sehingga adegan aksi tetap terasa intens meski produksi filmnya bukan kelas blockbuster.
Humor Hit-or-Miss, Tapi Cukup Menghidupkan
Bagian yang paling mencuri perhatian justru datang dari karakter pendukung. Edward, si kakak dengan mental compang-camping, sering jadi sumber masalah sekaligus sumber humor gelap. Selain itu, Tom Bennett muncul sebentar tapi memberi energi komedi yang pas, bikin beberapa momen jadi lebih hidup dan nggak terlalu tegang.
Minusnya? Ya Ada. Tapi Bukan Pengganggu Besar
Kalau kamu menuntut film yang logis, rapih, dan punya villain yang benar-benar terasa mengancam sepanjang cerita… “Wildcat” mungkin bikin kamu geleng-geleng. Banyak karakter penting cuma nongol sebentar dan jalan ceritanya kadang lompat-lompat tanpa jembatan jelas.
Tapi kalau kamu cuma butuh hiburan cepat, aksi brutal yang memuaskan, dan karakter-karakter quirky khas gangster London, film ini bisa jadi pilihan yang sangat baik.
Verdict ala Berisik Radio
Rating: 7.2/10 — Seru, cepat, dan cocok banget buat nonton santai tanpa perlu mikir berat.
“Wildcat” tahu persis apa yang ia tawarkan: hiburan penuh kekacauan, tembakan ke mana-mana, dan Kate Beckinsale yang kembali jadi badass. Bukan karya seni tingkat tinggi, tapi jelas satu paket hiburan yang ramah untuk penonton yang cuma ingin have fun.
Diproduksi oleh Capstone Pictures, Tea Shop Productions, dan Bad Films.
Tayang di bioskop bulan ini. Jangan lupa popcorn-nya!














