Berisik Radio
Advertisement
  • Home
  • Update!
    • All
    • Concert
    • Culture
    • Film
    • Liputan
    • Review
    Merawat Nada dalam Wujud Nyata: Record Store Day 2026 Kembali Hidupkan Romansa Rilisan Fisik

    Merawat Nada dalam Wujud Nyata: Record Store Day 2026 Kembali Hidupkan Romansa Rilisan Fisik

    Petualangan Warna-Warni di Pohon Ajaib: Hangat, Aneh dan Cukup Menghibur

    Petualangan Warna-Warni di Pohon Ajaib: Hangat, Aneh dan Cukup Menghibur

    Tawa di Balik Jeruji, Teror yang Mengintai: “Ghost in the Cell” Datang Menghantui dengan Cara yang Tak Biasa

    Tawa di Balik Jeruji, Teror yang Mengintai: “Ghost in the Cell” Datang Menghantui dengan Cara yang Tak Biasa

    Denting Terakhir yang Memanggil Maut: “The Bell: Panggilan untuk Mati” Bangkitkan Teror Penebok

    Denting Terakhir yang Memanggil Maut: “The Bell: Panggilan untuk Mati” Bangkitkan Teror Penebok

    “Turbulence”: Ketika Bahaya Terbesar Bukan Jatuh, Tapi Siapa di Sampingmu

    “Turbulence”: Ketika Bahaya Terbesar Bukan Jatuh, Tapi Siapa di Sampingmu

    Simfoni Tropis di Tengah Kota: Arkipela Fest 2026 Siap Getarkan Bandung

    Simfoni Tropis di Tengah Kota: Arkipela Fest 2026 Siap Getarkan Bandung

    Trending Tags

    • New Releases
    • Radio Station
    • Events
    • Grassroots
    • Feature
      • Video
      • Podcast
    • Login
    • Register
    No Result
    View All Result
    • Home
    • Update!
      • All
      • Concert
      • Culture
      • Film
      • Liputan
      • Review
      Merawat Nada dalam Wujud Nyata: Record Store Day 2026 Kembali Hidupkan Romansa Rilisan Fisik

      Merawat Nada dalam Wujud Nyata: Record Store Day 2026 Kembali Hidupkan Romansa Rilisan Fisik

      Petualangan Warna-Warni di Pohon Ajaib: Hangat, Aneh dan Cukup Menghibur

      Petualangan Warna-Warni di Pohon Ajaib: Hangat, Aneh dan Cukup Menghibur

      Tawa di Balik Jeruji, Teror yang Mengintai: “Ghost in the Cell” Datang Menghantui dengan Cara yang Tak Biasa

      Tawa di Balik Jeruji, Teror yang Mengintai: “Ghost in the Cell” Datang Menghantui dengan Cara yang Tak Biasa

      Denting Terakhir yang Memanggil Maut: “The Bell: Panggilan untuk Mati” Bangkitkan Teror Penebok

      Denting Terakhir yang Memanggil Maut: “The Bell: Panggilan untuk Mati” Bangkitkan Teror Penebok

      “Turbulence”: Ketika Bahaya Terbesar Bukan Jatuh, Tapi Siapa di Sampingmu

      “Turbulence”: Ketika Bahaya Terbesar Bukan Jatuh, Tapi Siapa di Sampingmu

      Simfoni Tropis di Tengah Kota: Arkipela Fest 2026 Siap Getarkan Bandung

      Simfoni Tropis di Tengah Kota: Arkipela Fest 2026 Siap Getarkan Bandung

      Trending Tags

      • New Releases
      • Radio Station
      • Events
      • Grassroots
      • Feature
        • Video
        • Podcast
      No Result
      View All Result
      Berisik Radio
      No Result
      View All Result
      Home Update! Film

      “We Bury The Dead” — Film Zombie yang Lebih Sibuk Mengulik Luka Batin daripada Meneror Penonton

      Kalau dengar label film zombie, refleks kita biasanya langsung mikir: zombie-nya lari kencang atau jalan pelan? Banyak darah atau sekadar seram-seraman? Tapi "We Bury The Dead" datang dengan pendekatan yang agak berbeda. Film arahan Zak Hilditch ini kayak bilang, “Santai dulu, horor bukan segalanya.” Dan jujur, itu yang bikin film ini terasa segar.

      Mahdesi Iskandar by Mahdesi Iskandar
      9 Januari 2026
      in Film, Review
      0 0
      A A
      0
      “We Bury The Dead” — Film Zombie yang Lebih Sibuk Mengulik Luka Batin daripada Meneror Penonton

      Daisy Ridley sebagai Ava, dalam film "We Bury The Dead, yang disutradarai oleh Zak Hilditch Foto: Nic Duncan

      9
      SHARES
      461
      VIEWS
      FacebookTwitterWhatsapp

      Ceritanya mengikuti Ava Newman (Daisy Ridley), seorang perempuan Amerika yang datang ke Pulau Tasmania setelah sebuah uji coba senjata Amerika Serikat berujung petaka. Ledakan elektromagnetik memusnahkan hampir seluruh kehidupan di pulau itu. Lebih dari 300 ribu orang tewas. Masalahnya, suami Ava, Mitch (Matt Whelan), sedang berada di Tasmania bagian selatan untuk retret kantor dan tak pernah bisa dihubungi lagi.

      Dalam kondisi mental yang setengah kosong, Ava memutuskan bergabung dengan tim relawan pengambil jenazah yang dibentuk militer Australia. Tugas mereka brutal secara emosional: masuk ke rumah-rumah kosong, garasi, kebun, dan mengangkat tubuh-tubuh tak bernyawa untuk dimakamkan. Di sinilah Ava bertemu Clay (Brenton Thwaites), biker misterius dengan sikap cuek tapi karisma yang pelan-pelan terasa.

      Yang bikin situasi makin runyam, sebagian korban ternyata “bangun” kembali. Mereka bukan zombie tipikal yang langsung menyerang, tetapi lebih seperti manusia yang kebingungan, ketakutan, lalu semakin agresif seiring waktu. Militer memilih solusi cepat: peluru di kepala. Simpel, dingin dan menyesakkan.

      Alih-alih menjadikan zombie sebagai pusat cerita, Hilditch menaruh horor itu di latar belakang. Tubuh-tubuh tergeletak di jalan, mobil-mobil ringsek, Hobart yang masih berasap—semuanya jadi lanskap muram bagi perjalanan batin Ava. Film ini lebih tertarik membedah duka, rasa bersalah, dan kebutuhan manusia untuk berpamitan, bahkan ketika semuanya sudah terlambat.

      Performa Daisy Ridley jadi kekuatan utama. Dengan dialog yang minim, ia mengandalkan ekspresi wajah untuk menyampaikan mati rasa, kebingungan dan luka lama dalam pernikahannya. Lewat kilas balik, kita pelan-pelan tahu bahwa hubungan Ava dan Mitch jauh dari sempurna: isu infertilitas, rasa bersalah dan retakan yang tak pernah benar-benar sembuh. Di sini, film terasa sangat manusiawi dan jujur.

      Desain suara juga patut diacungi jempol. Dentingan gigi khas para “yang bangun” terdengar sederhana, tapi sukses bikin bulu kuduk berdiri. Sunyi yang panjang justru jadi senjata utama film ini, memberi ruang bagi penonton untuk ikut tenggelam dalam kesepian Ava.

      Ketika Ava dan Clay nekat menuju selatan untuk mencari Mitch, film berubah jadi road movie pasca-apokaliptik yang intim. Hubungan mereka tidak dibangun lewat romantisasi murahan, tapi lewat kebersamaan dua orang yang sama-sama terluka. Clay sendiri bukan pahlawan klise, lebih seperti orang yang bosan patuh pada sistem dan memilih bertahan dengan caranya sendiri.

      Menariknya, ancaman paling mengerikan di film ini bukan datang dari para mayat hidup, melainkan dari manusia yang tak sanggup mengelola dukanya. Karakter Riley (Mark Coles Smith), seorang tentara yang kehilangan istri dan calon anaknya, jadi pengingat bahwa rasa kehilangan bisa berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada zombie mana pun.

      “We Bury The Dead” memang bukan horor konvensional. Ada darah, ada momen kejut, tapi semuanya hadir secukupnya. Ini film slow burn yang lebih sibuk mengulik rasa bersalah daripada sekadar menakuti. Sebuah film zombie yang berani bilang bahwa teror terbesar dalam hidup sering kali bukan kematian, melainkan beban yang kita bawa setelahnya.

      Dan di situlah film ini menang besar.

      Tags: AustraliabioskopfilmHorrorInternasionalLayar LebarMovie Cinema
      Mahdesi Iskandar

      Mahdesi Iskandar

      Music Director

      Related Posts

      Petualangan Warna-Warni di Pohon Ajaib: Hangat, Aneh dan Cukup Menghibur

      Petualangan Warna-Warni di Pohon Ajaib: Hangat, Aneh dan Cukup Menghibur

      16 April 2026
      Tawa di Balik Jeruji, Teror yang Mengintai: “Ghost in the Cell” Datang Menghantui dengan Cara yang Tak Biasa

      Tawa di Balik Jeruji, Teror yang Mengintai: “Ghost in the Cell” Datang Menghantui dengan Cara yang Tak Biasa

      16 April 2026
      Denting Terakhir yang Memanggil Maut: “The Bell: Panggilan untuk Mati” Bangkitkan Teror Penebok

      Denting Terakhir yang Memanggil Maut: “The Bell: Panggilan untuk Mati” Bangkitkan Teror Penebok

      7 April 2026
      “Turbulence”: Ketika Bahaya Terbesar Bukan Jatuh, Tapi Siapa di Sampingmu

      “Turbulence”: Ketika Bahaya Terbesar Bukan Jatuh, Tapi Siapa di Sampingmu

      7 April 2026
      “They Will Kill You”: Malam Panjang Penuh Dendam dan Darah

      “They Will Kill You”: Malam Panjang Penuh Dendam dan Darah

      1 April 2026
      Di Antara Laut dan Nyawa: “The Hostage’s Hero” Menggugat Arti Keberanian yang Sebenarnya

      Di Antara Laut dan Nyawa: “The Hostage’s Hero” Menggugat Arti Keberanian yang Sebenarnya

      31 Maret 2026
      Load More

      Trending Article

      • 25 REKOMENDASI LAGU SEDIH YANG AKAN BUAT LO NANGIS

        25 REKOMENDASI LAGU SEDIH YANG AKAN BUAT LO NANGIS

        69 shares
        Share 28 Tweet 17
      • Peringkat Album Bring Me The Horizon

        59 shares
        Share 25 Tweet 14
      • 10 lagu Oasis Terbaik

        48 shares
        Share 19 Tweet 12
      • 10 Fakta Yang Mungkin Lo Belum Ketahui Tentang Arctic Monkeys

        47 shares
        Share 19 Tweet 12
      • “Origin” Album Perdana Pengukuhan Eksistensi 510

        46 shares
        Share 18 Tweet 12

      TRENDING NEW RELEASES

      No Content Available

      TRENDING ARTICLE

      • Mencintai dengan ‘Ugal-ugalan’: Idgitaf Rilis Single Baru “Sedia Aku Sebelum Hujan”

        Mencintai dengan ‘Ugal-ugalan’: Idgitaf Rilis Single Baru “Sedia Aku Sebelum Hujan”

        27 shares
        Share 11 Tweet 7
      • “Miquella”: Album yang Bikin Kita Intip Isi Diary Crawla

        14 shares
        Share 6 Tweet 4
      • Bukan Kader Ormas Apalagi Parpol, Trio Pop Punk Solo Ini Nekat Ajak Kita “Lawan Dunia”!

        10 shares
        Share 4 Tweet 3
      • “Pencarian Terakhir”: Misteri Gunung Sarangan dan Luka yang Belum Sembuh

        18 shares
        Share 7 Tweet 5
      • Eleanor Whisper Berbahasa Prancis di Single “Pour Moi”

        11 shares
        Share 4 Tweet 3
      • Dikerjakan Secara Kolektif, Supple, Conversation Without Talk, Megan Santana, dan The House Merilis Single Terbaru Bertajuk “I Wish That You’d Find Me On Twitter”

        12 shares
        Share 5 Tweet 3
      • Ini Fakta Lengkap Latar Belakang Pendidikan Member EXO

        7 shares
        Share 16 Tweet 10
      Berisik Radio

      Internet Radio and Web Magazine,
      Most of our listeners and readers are teenagers and Berisik Radio has become part of their Enthusiasm.

      Categories

      • Albums
      • Chart
      • Concert
      • Culture
      • Featured
      • Film
      • Grassroots
      • Liputan
      • Music Video
      • New Releases
      • Podcast
      • Review
      • Singles
      • Uncategorized
      • Update!
      • Video

      Quick Link

      • About Us
      • Team
      • Contact
      • Privacy Policy
      • FAQ

      Newsletter

      *berita terkini langsung ke email kamu

      Berisik Radio ─ Sejak 2009

      No Result
      View All Result
      • Login
      • Sign Up
      • #14584 (tanpa judul)
      • About Us
      • Albums
      • Artists
      • Berisik Radio
      • Berisik Radio Indie
      • Berisik Radio Team
      • Biar lagu lo diputer di Berisik Radio
      • Cancel Payment
      • Cart
      • Change Password
      • Checkout
      • Contact
      • Data Berisikradio
      • Discography
      • Discography
      • Elementor #7165
      • Elementor #8193
      • Events
      • Events
      • Events List
      • FAQ
      • Feature
      • Forgot Password
      • Grassroots
      • Login Customizer
      • Logout
      • Media Partner
      • My account
      • New Releases
      • Player
      • Privacy Policy
      • Radio Stations
      • Shop
      • silsilah
      • Submit Your Event
      • Submit Your Music
      • Update

      Berisik Radio ─ Sejak 2009

      Welcome Back!

      Sign In with Facebook
      OR

      Login to your account below

      Forgotten Password? Sign Up

      Create New Account!

      Sign Up with Facebook
      OR

      Fill the forms below to register

      All fields are required. Log In

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In

      Add New Playlist

      X