Berisik Radio
Advertisement
  • Home
  • Update!
    • All
    • Concert
    • Culture
    • Film
    • Liputan
    • Review
    “Main-Main di Cipete Vol. 39”: Panggung Intim untuk Talenta yang Siap Jadi Wajah Baru Musik Indonesia

    “Main-Main di Cipete Vol. 39”: Panggung Intim untuk Talenta yang Siap Jadi Wajah Baru Musik Indonesia

    “Senin Harga Naik” Siap Tayang Lebaran 2026, Sajikan Komedi Haru Soal Keluarga

    “Senin Harga Naik” Siap Tayang Lebaran 2026, Sajikan Komedi Haru Soal Keluarga

    Film “Esok Tanpa Ibu” (Mothernet) Siap Tayang Awal 2026, Mengulik Rindu, Duka dan AI di Ruang Paling Personal

    Film “Esok Tanpa Ibu” (Mothernet) Siap Tayang Awal 2026, Mengulik Rindu, Duka dan AI di Ruang Paling Personal

    Rayakan 5 Tahun “Drivers License”, Olivia Rodrigo Gandeng David Byrne

    Rayakan 5 Tahun “Drivers License”, Olivia Rodrigo Gandeng David Byrne

    Di Balik Seragam Pramugari: “Penerbangan Terakhir” Angkat Luka Perempuan

    Di Balik Seragam Pramugari: “Penerbangan Terakhir” Angkat Luka Perempuan

    Jackie Chan Menepi dari Aksi, Menyelam Lebih Dalam ke Drama Keluarga di “Unexpected Family”

    Jackie Chan Menepi dari Aksi, Menyelam Lebih Dalam ke Drama Keluarga di “Unexpected Family”

    Trending Tags

    • New Releases
    • Radio Station
    • Events
    • Grassroots
    • Feature
      • Video
      • Podcast
    • Login
    • Register
    No Result
    View All Result
    • Home
    • Update!
      • All
      • Concert
      • Culture
      • Film
      • Liputan
      • Review
      “Main-Main di Cipete Vol. 39”: Panggung Intim untuk Talenta yang Siap Jadi Wajah Baru Musik Indonesia

      “Main-Main di Cipete Vol. 39”: Panggung Intim untuk Talenta yang Siap Jadi Wajah Baru Musik Indonesia

      “Senin Harga Naik” Siap Tayang Lebaran 2026, Sajikan Komedi Haru Soal Keluarga

      “Senin Harga Naik” Siap Tayang Lebaran 2026, Sajikan Komedi Haru Soal Keluarga

      Film “Esok Tanpa Ibu” (Mothernet) Siap Tayang Awal 2026, Mengulik Rindu, Duka dan AI di Ruang Paling Personal

      Film “Esok Tanpa Ibu” (Mothernet) Siap Tayang Awal 2026, Mengulik Rindu, Duka dan AI di Ruang Paling Personal

      Rayakan 5 Tahun “Drivers License”, Olivia Rodrigo Gandeng David Byrne

      Rayakan 5 Tahun “Drivers License”, Olivia Rodrigo Gandeng David Byrne

      Di Balik Seragam Pramugari: “Penerbangan Terakhir” Angkat Luka Perempuan

      Di Balik Seragam Pramugari: “Penerbangan Terakhir” Angkat Luka Perempuan

      Jackie Chan Menepi dari Aksi, Menyelam Lebih Dalam ke Drama Keluarga di “Unexpected Family”

      Jackie Chan Menepi dari Aksi, Menyelam Lebih Dalam ke Drama Keluarga di “Unexpected Family”

      Trending Tags

      • New Releases
      • Radio Station
      • Events
      • Grassroots
      • Feature
        • Video
        • Podcast
      No Result
      View All Result
      Berisik Radio
      No Result
      View All Result
      Home Update! Film

      “We Bury The Dead” — Film Zombie yang Lebih Sibuk Mengulik Luka Batin daripada Meneror Penonton

      Kalau dengar label film zombie, refleks kita biasanya langsung mikir: zombie-nya lari kencang atau jalan pelan? Banyak darah atau sekadar seram-seraman? Tapi "We Bury The Dead" datang dengan pendekatan yang agak berbeda. Film arahan Zak Hilditch ini kayak bilang, “Santai dulu, horor bukan segalanya.” Dan jujur, itu yang bikin film ini terasa segar.

      Mahdesi Iskandar by Mahdesi Iskandar
      9 Januari 2026
      in Film, Review
      0 0
      A A
      0
      “We Bury The Dead” — Film Zombie yang Lebih Sibuk Mengulik Luka Batin daripada Meneror Penonton

      Daisy Ridley sebagai Ava, dalam film "We Bury The Dead, yang disutradarai oleh Zak Hilditch Foto: Nic Duncan

      9
      SHARES
      457
      VIEWS
      FacebookTwitterWhatsapp

      Ceritanya mengikuti Ava Newman (Daisy Ridley), seorang perempuan Amerika yang datang ke Pulau Tasmania setelah sebuah uji coba senjata Amerika Serikat berujung petaka. Ledakan elektromagnetik memusnahkan hampir seluruh kehidupan di pulau itu. Lebih dari 300 ribu orang tewas. Masalahnya, suami Ava, Mitch (Matt Whelan), sedang berada di Tasmania bagian selatan untuk retret kantor dan tak pernah bisa dihubungi lagi.

      Dalam kondisi mental yang setengah kosong, Ava memutuskan bergabung dengan tim relawan pengambil jenazah yang dibentuk militer Australia. Tugas mereka brutal secara emosional: masuk ke rumah-rumah kosong, garasi, kebun, dan mengangkat tubuh-tubuh tak bernyawa untuk dimakamkan. Di sinilah Ava bertemu Clay (Brenton Thwaites), biker misterius dengan sikap cuek tapi karisma yang pelan-pelan terasa.

      Yang bikin situasi makin runyam, sebagian korban ternyata “bangun” kembali. Mereka bukan zombie tipikal yang langsung menyerang, tetapi lebih seperti manusia yang kebingungan, ketakutan, lalu semakin agresif seiring waktu. Militer memilih solusi cepat: peluru di kepala. Simpel, dingin dan menyesakkan.

      Alih-alih menjadikan zombie sebagai pusat cerita, Hilditch menaruh horor itu di latar belakang. Tubuh-tubuh tergeletak di jalan, mobil-mobil ringsek, Hobart yang masih berasap—semuanya jadi lanskap muram bagi perjalanan batin Ava. Film ini lebih tertarik membedah duka, rasa bersalah, dan kebutuhan manusia untuk berpamitan, bahkan ketika semuanya sudah terlambat.

      Performa Daisy Ridley jadi kekuatan utama. Dengan dialog yang minim, ia mengandalkan ekspresi wajah untuk menyampaikan mati rasa, kebingungan dan luka lama dalam pernikahannya. Lewat kilas balik, kita pelan-pelan tahu bahwa hubungan Ava dan Mitch jauh dari sempurna: isu infertilitas, rasa bersalah dan retakan yang tak pernah benar-benar sembuh. Di sini, film terasa sangat manusiawi dan jujur.

      Desain suara juga patut diacungi jempol. Dentingan gigi khas para “yang bangun” terdengar sederhana, tapi sukses bikin bulu kuduk berdiri. Sunyi yang panjang justru jadi senjata utama film ini, memberi ruang bagi penonton untuk ikut tenggelam dalam kesepian Ava.

      Ketika Ava dan Clay nekat menuju selatan untuk mencari Mitch, film berubah jadi road movie pasca-apokaliptik yang intim. Hubungan mereka tidak dibangun lewat romantisasi murahan, tapi lewat kebersamaan dua orang yang sama-sama terluka. Clay sendiri bukan pahlawan klise, lebih seperti orang yang bosan patuh pada sistem dan memilih bertahan dengan caranya sendiri.

      Menariknya, ancaman paling mengerikan di film ini bukan datang dari para mayat hidup, melainkan dari manusia yang tak sanggup mengelola dukanya. Karakter Riley (Mark Coles Smith), seorang tentara yang kehilangan istri dan calon anaknya, jadi pengingat bahwa rasa kehilangan bisa berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada zombie mana pun.

      “We Bury The Dead” memang bukan horor konvensional. Ada darah, ada momen kejut, tapi semuanya hadir secukupnya. Ini film slow burn yang lebih sibuk mengulik rasa bersalah daripada sekadar menakuti. Sebuah film zombie yang berani bilang bahwa teror terbesar dalam hidup sering kali bukan kematian, melainkan beban yang kita bawa setelahnya.

      Dan di situlah film ini menang besar.

      Tags: AustraliabioskopfilmHorrorInternasionalLayar LebarMovie Cinema
      Mahdesi Iskandar

      Mahdesi Iskandar

      Music Director

      Related Posts

      “Senin Harga Naik” Siap Tayang Lebaran 2026, Sajikan Komedi Haru Soal Keluarga

      “Senin Harga Naik” Siap Tayang Lebaran 2026, Sajikan Komedi Haru Soal Keluarga

      20 Januari 2026
      Film “Esok Tanpa Ibu” (Mothernet) Siap Tayang Awal 2026, Mengulik Rindu, Duka dan AI di Ruang Paling Personal

      Film “Esok Tanpa Ibu” (Mothernet) Siap Tayang Awal 2026, Mengulik Rindu, Duka dan AI di Ruang Paling Personal

      20 Januari 2026
      Di Balik Seragam Pramugari: “Penerbangan Terakhir” Angkat Luka Perempuan

      Di Balik Seragam Pramugari: “Penerbangan Terakhir” Angkat Luka Perempuan

      14 Januari 2026
      Jackie Chan Menepi dari Aksi, Menyelam Lebih Dalam ke Drama Keluarga di “Unexpected Family”

      Jackie Chan Menepi dari Aksi, Menyelam Lebih Dalam ke Drama Keluarga di “Unexpected Family”

      14 Januari 2026
      “5 Centimeters Per Second” — Ketika Jarak, Waktu dan Perasaan Berjalan Tak Seirama

      “5 Centimeters Per Second” — Ketika Jarak, Waktu dan Perasaan Berjalan Tak Seirama

      9 Januari 2026
      Greenland 2: Migration — Ketika Film Bencana Punya Hati dan Otak Sekaligus

      Greenland 2: Migration — Ketika Film Bencana Punya Hati dan Otak Sekaligus

      9 Januari 2026
      Load More

      Trending Article

      • 25 REKOMENDASI LAGU SEDIH YANG AKAN BUAT LO NANGIS

        25 REKOMENDASI LAGU SEDIH YANG AKAN BUAT LO NANGIS

        69 shares
        Share 28 Tweet 17
      • Peringkat Album Bring Me The Horizon

        59 shares
        Share 25 Tweet 14
      • 10 Fakta Yang Mungkin Lo Belum Ketahui Tentang Arctic Monkeys

        47 shares
        Share 19 Tweet 12
      • 10 lagu Oasis Terbaik

        45 shares
        Share 18 Tweet 11
      • “Origin” Album Perdana Pengukuhan Eksistensi 510

        45 shares
        Share 18 Tweet 11

      TRENDING NEW RELEASES

      No Content Available

      TRENDING ARTICLE

      • Mencintai dengan ‘Ugal-ugalan’: Idgitaf Rilis Single Baru “Sedia Aku Sebelum Hujan”

        Mencintai dengan ‘Ugal-ugalan’: Idgitaf Rilis Single Baru “Sedia Aku Sebelum Hujan”

        18 shares
        Share 7 Tweet 5
      • Ini Fakta Lengkap Latar Belakang Pendidikan Member EXO

        7 shares
        Share 16 Tweet 10
      • Rayakan 5 Tahun “Drivers License”, Olivia Rodrigo Gandeng David Byrne

        10 shares
        Share 4 Tweet 3
      • “Origin” Album Perdana Pengukuhan Eksistensi 510

        45 shares
        Share 18 Tweet 11
      • “Miquella”: Album yang Bikin Kita Intip Isi Diary Crawla

        12 shares
        Share 5 Tweet 3
      • Greenland 2: Migration — Ketika Film Bencana Punya Hati dan Otak Sekaligus

        10 shares
        Share 4 Tweet 3
      • “The Housemaid”: Gotik Suburban yang Berliku, Seksi dan Sarat Pesan Perempuan

        9 shares
        Share 4 Tweet 2
      Berisik Radio

      Internet Radio and Web Magazine,
      Most of our listeners and readers are teenagers and Berisik Radio has become part of their Enthusiasm.

      Categories

      • Albums
      • Chart
      • Concert
      • Culture
      • Featured
      • Film
      • Grassroots
      • Liputan
      • Music Video
      • New Releases
      • Podcast
      • Review
      • Singles
      • Uncategorized
      • Update!
      • Video

      Quick Link

      • About Us
      • Team
      • Contact
      • Privacy Policy
      • FAQ

      Newsletter

      *berita terkini langsung ke email kamu

      Berisik Radio ─ Sejak 2009

      No Result
      View All Result
      • Login
      • Sign Up
      • #14584 (tanpa judul)
      • About Us
      • Albums
      • Artists
      • Berisik Radio
      • Berisik Radio Indie
      • Berisik Radio Team
      • Biar lagu lo diputer di Berisik Radio
      • Cancel Payment
      • Cart
      • Change Password
      • Checkout
      • Contact
      • Data Berisikradio
      • Discography
      • Discography
      • Elementor #7165
      • Elementor #8193
      • Events
      • Events
      • Events List
      • FAQ
      • Feature
      • Forgot Password
      • Grassroots
      • Login Customizer
      • Logout
      • Media Partner
      • My account
      • New Releases
      • Player
      • Privacy Policy
      • Radio Stations
      • Shop
      • silsilah
      • Submit Your Event
      • Submit Your Music
      • Update

      Berisik Radio ─ Sejak 2009

      Welcome Back!

      Sign In with Facebook
      OR

      Login to your account below

      Forgotten Password? Sign Up

      Create New Account!

      Sign Up with Facebook
      OR

      Fill the forms below to register

      All fields are required. Log In

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In

      Add New Playlist

      X