Apa jadinya kalau dunia terbakar gara-gara letusan matahari super besar, dan manusia yang selamat malah sibuk mencari… Mona Lisa? Jawabannya ada di “Afterburn“, film aksi fiksi ilmiah terbaru yang dibintangi Dave Bautista sebagai Jake, si pemburu harta karun gede otot, gede nyali, tapi agak minim nalar. Film garapan J.J. Perry ini awalnya terdengar menjanjikan—post-apocalypse, artefak legendaris, sampai kameo Samuel L. Jackson yang selalu bisa bikin layar lebih hidup. Tapi sayangnya, kalau kamu datang buat cerita solid, bisa jadi pulang dengan alis berkerut.
Dari segi eksekusi, “Afterburn” terasa kayak B-movie dengan anggran pas-pasan tapi pede main di liga besar. Efek visualnya lebih sering bikin kita inget studio green screen murahan daripada dunia runtuh yang meyakinkan. Bangunan paska-apokaliptik? Hmm… lebih mirip pabrik kosong disulap jadi lokasi syuting. Karakter pun banyak yang cuma numpang lewat, termasuk Olga Kurylenko yang perannya sebatas “biar ada aja”. Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru kabur: adegan aksinya justru jadi jualan utama. Ledakan, baku hantam, dan Bautista banting-bantingan lawan masih cukup bikin berondong jagung di tangan nggak sempat dingin.
Intinya, “Afterburn” memang bukan tontonan buat mikir dalam-dalam. Ceritanya klise, dialognya kadang bikin geleng-geleng kepala, tapi dengan kombinasi Bautista yang selalu lovable dan Samuel L. Jackson yang nggak pernah gagal bikin senyum, film ini masih lumayan asik kalau kamu cuma butuh tontonan “istirahatkan otak, nyalain aksi”. Oh iya, jangan kabur dulu pas lampu bioskop nyala—ada satu adegan tambahan di tengah kredit yang nyambung ke ending. Siapa tahu ada harapan sekuel… atau malah ledakan baru.














