Kolaborasi antara band punk asal Bandung, Dongker, dan musisi folk nyentrik asal Jakarta, Jason Ranti, mungkin terdengar aneh di telinga banyak orang. Punk ketemu folk, beda generasi, bahkan beda kota. Tapi justru di situlah letak serunya. Dari sebuah pertemuan spontan di Tau-Tau Festival Bandung, akhirnya lahirlah album kolaborasi berjudul “Jason Ranti: I Don’t Know and I Dongker” yang siap rilis 22 Agustus 2025 mendatang. Album ini berisi delapan lagu yang penuh cerita tentang seni rupa, keresahan hidup, sampai romantisme kota Bandung.
Buat Dongker, proyek ini sebenarnya adalah mimpi lama yang akhirnya kesampaian. Delpi, gitaris sekaligus vokalis Dongker, cerita kalau ia pertama kali ketemu Jason Ranti saat masih kuliah di ITB. “Pertama kali melihat Jason Ranti itu pas aku masih kuliah. Waktu itu ada syuting film “Koboy Kampus”, dan aku kebetulan ngurus perizinan ruangan kampus buat dipakai syuting,” kenangnya. Dari situ, lirik-lirik Jason Ranti jadi inspirasi besar buat karya-karya Dongker, bahkan nama Jason sempat disebut di lagu mereka “Merusak Kesenangan”.
Menariknya, Jason Ranti awalnya malah nggak begitu tahu siapa itu Dongker. Ia bilang, “Aku tak tahu siapa itu Dongker. Cuma tahu kenakalan mereka saja di berita dan media sosial,” candanya saat konferensi pers, Jumat, 15 Agustus 2025. Tapi begitu akhirnya jamming bareng, senyawa yang muncul terasa alamiah banget. Arno, gitaris sekaligus vokalis Dongker, cerita, “Pas kami jamming bareng di studio, semuanya ngalir aja. Mas Jeje (sapaan Jason Ranti) spontan sekali, tiba-tiba muncul nada, muncul lagu.”
Lucunya lagi, proses bikin album ini sempat terkendala gara-gara Jason Ranti… nggak punya HP! Bayangin aja, komunikasi buat ngerjain materi album dilakukan lewat bantuan orang-orang terdekatnya. “Meskipun Mas JJ enggak punya HP, orang-orang di sekitarnya responsif banget. Jadi kalau nge-chat ke Mbak Olin atau Mas Toy, responnya selalu cepat. Fast respons, malah nggak pernah menghilang,” kata Delpi sambil ketawa.
Dari sekadar rencana kolaborasi panggung, akhirnya proyek ini jadi sesuatu yang jauh lebih besar. Arno menyebut album ini sebagai “kecelakaan artistik.” “Niat awalnya cuma mau berkolaborasi di panggung, tapi malah melahirkan sembilan trek yang direkam di Bandung dan Jakarta. Semua ngalir aja, dari aransemen, rekaman, sampai visualnya,” jelasnya. Hasilnya adalah sebuah album penuh yang terasa jujur, spontan dan out of the box.
Beberapa lagu dalam album ini lahir dari momen iseng yang kemudian berkembang jadi karya serius. Dzikrie, drummer Dongker, kasih contoh, “Pas bikin lagu ‘Salah Display’, Mas Jeje tiba-tiba nyanyi ‘Jim-Jim Supangkat’, terus langsung kami garap. Dan jadilah lagu baru.” Lagu itu bersama “Aku Bosan” sudah lebih dulu dirilis sebagai single pembuka, dan keduanya menunjukkan vibe unik dari kolaborasi ini: raw, absurd, tapi tetap relevan.
Rencananya, setelah album resmi dirilis, Dongker dan Jason Ranti bakal menjalani tur ke beberapa kota besar, mulai dari Jakarta, Bandung, Medan, sampai ke luar negeri, yaitu Singapura dan Malaysia. Jadi buat lo yang penasaran sama hasil “perkawinan” punk dan folk paling absurd tahun ini, siap-siap aja buat dengerin “Jason Ranti: I Don’t Know and I Dongker”. Siapa tahu, justru dari sebuah “kecelakaan artistik” inilah lahir salah satu rilisan paling segar di musik Indonesia 2025.














