Band asal Semarang, Good Morning Everyone (GME), tampaknya benar-benar bangun pagi dengan semangat penuh tahun ini. Setelah menelurkan album penuh bertajuk “Bapak” di akhir 2024, kini mereka siap menapakkan kaki di panggung internasional. Tak tanggung-tanggung, Zandari Festival 2025 di Seoul, Korea Selatan, menjadi tujuan berikutnya.
Konser ini akan berlangsung pada 18 Oktober 2025, dan bagi kelima personel—Sani (vokal), Daniel (gitar), Erwin (keyboard), Dani (bass), dan Yuli (gitar)—ini bukan sekadar jadwal manggung biasa. Ini adalah babak baru dari mimpi panjang yang akhirnya berbuah nyata.
“Bisa tampil di panggung internasional seperti Zandari Festival, dan berkolaborasi dengan Eross Candra di lagu Tertulis Disana yang sudah jadi idola sejak kecil, adalah hal yang dulu hanya bisa kami bayangkan. Sekarang semua itu benar-benar terjadi,” ujar Sani, vokalis GME, dengan wajah yang (mungkin) masih tak percaya meski tiket ke Seoul sudah di tangan.
Dari “Bapak” ke “Tertulis Disana”
Setelah sempat meramaikan industri dengan lagu-lagu seperti “Move On”, “Tunggu Aku”, hingga “Bukan Begitu Caramu”, GME menutup tahun 2024 dengan album penuh bertajuk “Bapak”. Jangan terkecoh dengan judulnya yang terdengar serius—album ini justru jadi penanda kedewasaan mereka dalam bermusik, bukan pengumuman bahwa salah satu personelnya akan mulai menasihati anak muda di panggung.
Salah satu momen paling berkesan dari album tersebut adalah kolaborasi mereka dengan Eross Candra lewat lagu “Tertulis Disana“. Kehadiran Eross bukan cuma memberi warna baru, tapi juga menyalakan kembali semangat GME untuk terus melangkah lebih jauh. “Bisa kerja bareng idola masa kecil itu rasanya seperti dapat nilai seratus di pelajaran musik,” canda Sani.
Panggung yang Mempertemukan Dunia
Zandari Festival dikenal sebagai ajang tahunan besar bagi musisi independen dari berbagai negara Asia. Bagi GME, ini bukan sekadar kesempatan tampil di luar negeri, tapi juga momen untuk membawa jiwa kota Semarang ke panggung dunia.
Dengan tema “From Semarang to Seoul”, mereka berharap bisa menunjukkan bahwa semangat dan kehangatan khas Indonesia tetap bisa terasa meski berada ribuan kilometer dari rumah. “Ini semua pengingat buat kami bahwa musik bisa membawa ke tempat-tempat yang tidak pernah terbayangkan. Dari Semarang, kini sampai ke Seoul,” tutup Sani.
Dari Panggung ke Dunia
Perjalanan GME dari studio kecil di Semarang hingga ke festival musik internasional di Korea Selatan bukan sekadar kabar baik untuk penggemar mereka, tapi juga tanda bahwa mimpi—asal dibungkus kerja keras dan sedikit nekat—bisa benar-benar jadi kenyataan.
Mungkin setelah ini, Good Morning Everyone bisa ganti nama jadi Good Morning, World. Tapi untuk saat ini, kita ucapkan saja:
Selamat pagi, dan selamat melangkah ke panggung dunia, GME! 🌏🎶














