“Mengenang Hari Ini” jadi semacam pengingat manis (dan pahit) kalau hidup itu bukan cuma soal menang atau kalah, tapi juga tentang berhenti sejenak, merenung dan belajar mencintai diri sendiri.
Secara musik, lagu ini terasa beda dari rilisan Pusakata sebelumnya. Ada sentuhan Denny Chasmala dan Irfan Chasmala yang bikin aransemen lagunya penuh dinamika—kadang mengalun lembut, kadang menghentak, tapi tetap dengan ruh khas Pusakata yang hangat dan dekat di hati. Cocok banget jadi teman refleksi di hari-hari capek, overthinking, atau bahkan lagi happy tapi butuh jeda.
Inspirasi lagu ini datang dari isu kesehatan mental dan perjalanan hidup yang nggak selalu mulus. Mas Is (sapaan akrab Pusakata) bilang kalau kalah, sedih, marah, bahkan rasa lelah itu manusiawi banget. Dan justru di momen kayak gitu, kita diingatkan buat pause, tarik napas, dan peluk diri sendiri dulu sebelum lanjut berjuang lagi. 💛
Ada juga pesan personal yang bikin lagu ini makin emosional. Pusakata mendedikasikan “Mengenang Hari Ini” buat sosok perempuan kuat dalam hidupnya—“Puan 2007”—sebagai bentuk terima kasih dan cinta yang nggak akan pernah habis. Bener-bener bikin lagunya tambah dalam dan heartfelt.
Sejak berdiri tahun 2018, Pusakata udah jadi rumah baru buat Mohammad Istiqamah Djamad alias Mas Is setelah masa bersama Payung Teduh. Dengan karya-karya seperti album “Dua Buku“ (2019) dan “Mesin Waktu” 2020 (2022), Pusakata terus konsisten bikin musik yang bukan cuma enak didengar, tapi juga penuh makna. Dan lewat “Mengenang Hari Ini”, ia kembali mengajak kita semua untuk berjuang bareng, hidup lebih berarti, dan nggak lupa mencintai diri sendiri. 🌻














