Salah satu pertanyaan yang paling sering Gue terima dari anak-anak EskulGitar adalah: “Pak, gimana caranya latihan gitar kalau di rumah tidak boleh berisik?” Pertanyaan ini yang membuat Gue penasaran ketika Blackstar merilis Beam Solo, sebuah headphone amp mungil yang mengklaim bisa menghadirkan tone ampli sungguhan langsung ke telinga, tanpa mengganggu orang di sekitar.
Blackstar bukan nama baru di dunia modeling amp β seri ID: mereka sudah lama jadi Lolan gitaris rumahan yang ingin tone berkualitas tanpa perangkat besar. Beam Solo adalah interpretasi paling ringkas dari filosofi itu. Setelah mencoba unit ini langsung untuk latihan selama beberapa hari, Gue ingin membagikan pengalaman dan penjelasan lengkap soal alat ini β termasuk aplikasi pendampingnya, yang ternyata jadi salah satu bagian paling penting dari keseluruhan pengalaman.
Desain dan Build Quality
Kesan pertama yang Gue rasakan saat memegang Beam Solo adalah ukurannya β kira-kira sebesar kartu ATM, dengan jack lipat yang langsung tersambung ke gitar tanpa kabel tambahan. Untuk perangkat yang menampung modeling ampli, efek, dan konektivitas selengkap ini, dimensinya cukup mengesankan.
Perlu dicatat, desain ini paling ergonomis dipasang pada gitar bertipe Strat, di mana posisi socket berada di badan gitar sehingga kontrol menghadap ke pemain secara alami. Pada gitar bertipe Les Paul, di mana socket berada di bagian bawah body, posisi unit menjadi kurang nyaman digenggam saat bermain berdiri. Gue mencoba di dua tipe gitar berbeda, dan perbedaan ergonomi ini cukup terasa.
Dari sisi build quality secara umum solid, kecuali satu komponen: jog wheel di tengah unit yang digunakan untuk navigasi. Bagian ini terasa kurang kokoh dibanding komponen lainnya.
Kontrol Fisik: SpeedDial dan Light Beam
Salah satu kekuatan utama Beam Solo terletak pada filosofi kontrolnya. Melalui sistem SpeedDial β sebuah roda kontrol yang bentuknya terinspirasi dari cone speaker β pengguna bisa langsung mengatur gain, EQ, level efek, dan berpindah patch tanpa perlu membuka aplikasi sama sekali. Ada juga fitur XpressFX, kontrol pintar yang memungkinkan penyesuaian beberapa parameter efek secara bersamaan hanya dari panel depan.
Setiap penyesuaian ditampilkan secara visual melalui Light Beam, garis cahaya di sepanjang unit yang memberi umpan balik real-time. Detail kecil seperti ini membuat proses latihan terasa lebih intuitif β pengguna bisa tetap fokus bermain tanpa harus terus-menerus melihat layar HP.
Aplikasi BEAM: Di Sinilah Potensi Penuhnya Terbuka
Kalau kontrol fisik Beam Solo sudah cukup untuk latihan sehari-hari, aplikasi BEAM adalah tempat di mana perangkat ini benar-benar menunjukkan kedalamannya. Berikut yang Gue temukan selama menjelajahi aplikasinya:
Deep editing signal chain. Aplikasi memberi akses penuh untuk mengatur setiap bagian dari signal chain β pre-effects, model ampli, cabinet, simulasi mikrofon, hingga post-effects β secara terpisah dan detail, jauh melampaui apa yang bisa diatur dari kontrol fisik saja.
Manajemen preset dan patch. Pengguna bisa menyimpan, mengorganisir, dan berpindah antar-patch dengan mudah, termasuk mengakses patch yang dibuat oleh artis-artis yang berkolaborasi dengan Blackstar.
Akses ke TONE3000. Ini yang menurut Gue paling menarik: melalui aplikasi, Beam Solo bisa memuat capture ampli dari TONE3000, sebuah library komunitas berisi lebih dari 200.000 Neural Amp Model (NAM) yang dibuat dan dibagikan pengguna dari seluruh dunia β mulai dari replika ampli klasik sampai rig eksperimental. Fitur ini secara signifikan memperluas variasi tone yang bisa diakses, jauh melampaui preset bawaan pabrik.
Komunitas berbagi patch. Selain mengunduh, pengguna juga bisa membagikan patch buatan sendiri ke komunitas online Blackstar.
Backing track dan materi latihan. Aplikasi menyediakan bagian khusus berisi backing track, drum loop, dan video pelajaran yang bisa langsung dijadikan bahan jamming β cukup berguna sebagai materi latihan tambahan di luar preset amp itu sendiri.
Koneksi Bluetooth dua tahap. Satu hal teknis yang penting diketahui: menghubungkan Beam Solo ke HP membutuhkan dua langkah terpisah β satu koneksi di dalam aplikasi BEAM untuk kontrol/pemrograman, dan satu koneksi lagi melalui pengaturan Bluetooth di HP untuk streaming audio. Proses instalasi awal aplikasi juga umumnya diikuti pembaruan firmware, yang perlu waktu beberapa menit dan sebaiknya tidak diganggu di tengah proses.
Secara keseluruhan, kombinasi kontrol fisik yang cepat dan aplikasi yang mendalam ini membuat Beam Solo terasa fleksibel untuk dua jenis kebutuhan sekaligus: latihan cepat tanpa ribet, dan eksplorasi tone yang lebih serius saat ada waktu luang.
Kualitas Tone
Beam Solo dibekali 6 model ampli, 6 pilihan cabinet, dan 6 simulasi mikrofon, dikombinasikan dengan lebih dari 35 efek.
Preset “Super Clean” bawaan menjadi favorit Gue untuk latihan chord dan teknik dasar. Karakternya hangat dengan low end yang lembut menyerupai tabung, namun tetap jernih di frekuensi tinggi β sehingga kesalahan kecil dalam teknik bermain tetap terdengar jelas, yang justru berguna untuk keperluan latihan. Ketika gain dinaikkan, karakter khas Blackstar mulai terasa: distorsi yang kasar namun tetap terkontrol dan tidak pecah, bahkan di level gain tinggi.
Untuk reverb, tersedia tiga algoritma dasar β plate, hall, dan spring β dengan opsi tambahan untuk mengatur simulasi dimensi ruangan, yang membuat hasil suara terasa lebih hidup dibanding efek reverb digital pada umumnya.
Fitur Pendukung Lainnya
- Tuner internal, diakses langsung dengan menahan tombol Volume pada unit
- Konektivitas Bluetooth, untuk streaming audio dan jamming bersama lagu referensi
- Port USB-C, berfungsi untuk pengisian daya sekaligus perekaman/audio interface
- Output headphone 3.5mm dengan daya yang cukup untuk menggerakkan headphone impedansi rendah dengan baik
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
- Ukuran sangat ringkas dan mudah dibawa
- Kualitas modeling ampli dan efek tergolong matang untuk kelasnya
- Kontrol fisik yang cepat dan intuitif, didukung aplikasi dengan fitur editing mendalam
- Akses ke library TONE3000 memperluas variasi tone secara signifikan
- Fitur pendukung lengkap: tuner, backing track, komunitas patch
Kekurangan
- Jog wheel terasa kurang kokoh dibanding komponen lain
- Kurang ergonomis untuk gitar dengan socket di bagian bawah body
- Fungsi Bluetooth terbatas pada input audio dan kontrol aplikasi, sehingga proses pairing membutuhkan dua langkah terpisah
Kesimpulan
Blackstar Beam Solo adalah bukti bahwa keterlambatan memasuki pasar headphone amp bukan berarti kalah bersaing. Kualitas tone yang matang sejak preset pertama, dipadukan dengan kontrol fisik yang praktis dan aplikasi BEAM yang membuka akses ke ratusan ribu variasi tone lewat TONE3000, menjadikan perangkat ini pilihan yang layak dipertimbangkan untuk siapa pun yang membutuhkan solusi latihan senyap tanpa mengorbankan kualitas suara.
Bagi anak-anak EskulGitar yang sedang belajar chord dasar maupun riff-riff pertama, Beam Solo bisa menjadi alat latihan harian yang praktis. Bagi yang sudah bermain lebih lama namun ingin eksplorasi tone baru tanpa investasi ampli fisik, fitur TONE3000 di dalam aplikasinya membuka ruang eksplorasi yang cukup luas.











