Record Store Day kembali menyapa para penikmat musik di seluruh dunia sebagai perayaan tahunan yang tak sekadar nostalgik, tapi juga penuh makna. Sejak diinisiasi pada 2007 oleh Michael Kurtz dan Carrie Colliton di Amerika Serikat, momentum ini menjadi ruang untuk merayakan eksistensi toko rilisan fisik independen di tengah derasnya arus digital. Lebih dari sekadar berburu vinyl atau kaset, Record Store Day adalah tentang menjaga denyut kultur musik yang tangible—yang bisa disentuh, dirasakan, dan dinikmati secara lebih intim.
Di Indonesia, semangat itu terus bergaung sejak pertama kali hadir pada 2012. Record Store Day Indonesia berkembang menjadi titik temu antara kolektor, musisi, dan komunitas kreatif yang sama-sama merayakan kecintaan terhadap rilisan fisik. Tahun ini, perayaan kembali dikembalikan ke akarnya: toko-toko musik independen di berbagai kota, lengkap dengan rilisan eksklusif dan aktivitas spesial yang menghadirkan pengalaman autentik. “Setiap tahunnya, kami ingin terus menjaga esensi Record Store Day sebagai perayaan yang lekat dengan record store itu sendiri. Bukan hanya soal rilisan eksklusif, tapi juga pengalaman datang langsung ke toko,” ujar Satria Ramadhan, Koordinator RSD di Indonesia.
Dirayakan serentak pada 18 April 2026, Record Store Day Indonesia juga menghadirkan 52 rilisan lokal eksklusif yang siap diburu para kolektor. Tak berhenti di situ, euforia berlanjut lewat Record Store Day Indonesia Market x Pop City: Music Edition pada 25–26 April 2026 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta. Dengan semangat “Your Record Journey Starts Here,” perayaan ini membuka pintu bagi siapa saja—baik kolektor lama maupun pendengar baru—untuk menyelami pengalaman crate digging, menemukan rilisan spesial, hingga menjadi bagian dari ekosistem musik fisik yang terus tumbuh dan relevan.














