Proyek musik solo alt-rock/metal WhiteRoomNightmare resmi merilis tunggalan terbaru bertajuk “Blue To Black” melalui Horus Music Ltd. Lagu ini menjadi tunggalan ke-empat sekaligus penutup yang diambil dari album ke-tiga yang akan datang, dan siap tersedia di berbagai pelantar pengarus mulai 17 April 2026.
WhiteRoomNightmare merupakan proyek satu orang milik Paul Anketell, musisi otodidak asal Irlandia Utara. Meski dijalankan sendirian, proyek ini sudah cukup produktif sejak kemunculannya. Album debut “The Way Of All Things?” yang rilis pada Maret 2021 sempat mendapat pujian dari blog Divide & Conquer sebagai “album yang kohesif dengan kualitas musikal yang serius.” Perjalanan itu berlanjut dengan EP “First Impressions Last” pada Juni 2022 yang dipuji karena memiliki “riff adiktif, energi tajam, dan chorus yang melodis.” Kemudian pada Oktober 2023, album kedua “Heart Mind Devil Sea” hadir dan digambarkan oleh Illustrate Magazine sebagai perjalanan musik yang emosional sekaligus menggugah pikiran.
Menariknya, Paul sendiri pernah bercanda soal gaya musiknya di laman Facebook: “I make music that is too heavy for some and not heavy enough for others!” Namun menurutnya, justru di situlah keseimbangannya. Dan semangat itu terasa jelas dalam “Blue To Black”.
Tunggalan ini hadir sebagai balada bernuansa gelap yang ditulis dari sudut pandang seorang astronaut yang meninggalkan orbit Bumi untuk memulai hidup baru di Bulan. Dalam perjalanan itu, ia mengenang seseorang yang tertinggal di Bumi—membandingkan hubungan mereka seperti Bumi dan Bulan yang terus menari di bawah cahaya Matahari. Atmosfer lagu terasa muram sekaligus menghantui, diperkuat oleh permainan instrumen yang kuat namun tetap emosional.
Vokal Paul terdengar tegas dan bertenaga, tetapi tetap disampaikan dengan pendekatan lembut yang memberi karakter unik pada lagu ini. Lapisan vokal latar yang kuat juga menambah kedalaman serta dinamika yang membuat “Blue To Black” terasa semakin dramatis. Sulit dipercaya bahwa lanskap suara sebesar ini lahir dari satu orang saja.
Dengan nuansa kosmik, emosi yang pekat, dan sentuhan alt-rock yang gelap, “Blue To Black” terasa seperti pesan terakhir yang dikirim dari orbit—sunyi, indah, dan sulit dilupakan bahkan setelah musiknya berhenti. 🚀🌑
Berisik Radio ─ Sejak 2009