Killing Me Inside Re:union kembali membuka lembaran baru. Band emo asal Jakarta yang sempat menjadi ikon skena musik keras Indonesia di akhir 2000-an ini resmi merilis single terbaru berjudul “Senyawa dan Candu” pada hari ini, 13 Februari 2026. Lagu ini terasa berbeda dari karya-karya mereka sebelumnya, bukan hanya secara musikal, tetapi juga dari sisi cerita yang jauh lebih personal. Tunggalan ini lahir dari fase reflektif sang vokalis sekaligus bassist, Onadio Leonardo, saat menjalani masa rehabilitasi selama tiga bulan.
“Senyawa dan Candu” menjadi karya yang paling jujur dan intim bagi Onad. Lagu ini ditulis langsung olehnya ketika berada di masa pemulihan, saat ia berusaha menghadapi berbagai kesalahan di masa lalu. “Ini adalah bentuk penyesalan terbesar gue karena membuat kesalahan fatal. Saat rehab, gue nggak tau mau ngapain, akhirnya gue nulis lagu lagi,” ungkap Onad. Ia juga menambahkan, “Gue belum pernah bikin lagu se-personal ini. It’s all about me.” Kejujuran emosional itu kemudian menjadi fondasi kuat yang membangun karakter lagu ini.
Secara formasi, Killing Me Inside Re:union kini kembali diisi oleh trio awal mereka, yakni Onadio Leonardo (vokal, bass), Raka (gitar) dan Sansan (vokal). Kembalinya formasi ini bukan sekadar nostalgia, melainkan penegasan identitas baru yang lebih matang. Dalam proses penggarapan musik, Onad turut dibantu Raka, Sansan, serta Rudye—eks personel yang masih memberikan sentuhan kreatifnya. Menariknya, para personel langsung menyambut konsep lagu ini meskipun terasa cukup berbeda dari materi lama mereka. “Mereka langsung terima. ‘Ini lo banget sih’ katanya… personal, momennya lagi dapet, lo baru cabut dari rehab, let’s go,” cerita Onad.
Lewat “Senyawa dan Candu”, Killing Me Inside Re:union juga memperkenalkan pendekatan musikal yang lebih luas dengan sentuhan pop yang lebih kuat, tanpa sepenuhnya meninggalkan DNA emosional khas mereka. Lagu ini sekaligus menjadi penanda kembalinya mereka menggunakan Bahasa Indonesia setelah sekian lama. Transformasi ini bahkan disebut Onad sebagai bagian dari proses rebranding band. “Kita mau rebranding lagi, kayak waktu itu dari era ‘The Tormented’ ke ‘Biarlah’. Gue ngerasa kayaknya ini ramuan Killing Me Inside Re:union yang paling pas… Pop-nya Killing Me Inside Re:union tuh segini,” ujarnya.
Kehadiran single ini menambah daftar perjalanan rilisan Killing Me Inside Re:union sejak mereka kembali aktif, setelah sebelumnya merilis “Home” (2020), “Runaway” (2021), dan “Sometimes” (2022). Namun, perjalanan mereka tampaknya tidak akan berhenti sampai di sini. Onad memastikan bahwa band ini sudah menyiapkan berbagai rencana lanjutan, termasuk kemungkinan merilis karya dalam format yang lebih besar. “Killing Me kan (rilis) single melulu. Nah udah lama nih kita nggak ngeluarin EP… Yang jelas, priority gue tahun ini adalah Killing Me Inside Re:union,” tutupnya.
Dengan energi baru, eksplorasi musikal yang lebih segar, serta kejujuran cerita yang terasa semakin dekat dengan pendengar, “Senyawa dan Candu” menjadi sinyal kuat bahwa Killing Me Inside Re:union sedang menapaki fase baru yang patut dinantikan. Lagu ini sudah dapat didengarkan di berbagai pelantar pengarus digital favorit kalian.
Berisik Radio ─ Sejak 2009