Pertanyaan “apa resolusi tahun barumu?” mungkin terdengar klise di awal tahun. Tapi Ricecooker memilih bertanya lebih dalam: siapa yang menemanimu menjaganya? Lewat album debut mereka, “Favorite Dinner Guest“, unit indie-pop ini mengajak pendengar menengok sisi sunyi yang sering tak disadari—tentang kesepian, koneksi semu dan kebutuhan paling manusiawi: ditemani. Judul albumnya terdengar hangat, tapi isinya justru jujur dan relevan dengan realitas generasi muda hari ini.

Dalam dua tahun terakhir, Ricecooker memang sedang berada di jalur cepat. Lagu “Moving On” dan “Sunday Song” meramaikan serial “My Nerd Girl 3” di Vidio, sementara “If You Let Me” sukses jadi OST film “Cinta Tak Seindah Drama Korea” yang sempat memuncaki Netflix Indonesia. “Setelah banyak kesempatan yang rasanya tidak masuk akal, kami merasa ini waktu yang tepat untuk merilis album,” ujar Will Mara, bassist Ricecooker yang juga dikenal sebagai produser untuk nama-nama besar seperti Raissa Anggiani dan Nadin Amizah. Album ini pun lahir bukan sekadar sebagai pencapaian karier, melainkan sebagai ruang cerita.

Artwork - Favorite Dinner Guest

“Favorite Dinner Guest” memotret keseharian anak muda 2026: pulang kerja, terjebak macet, tiba di apartemen kosong, lalu tenggelam dalam layar dan koneksi digital yang ramai tapi hampa. “Tanpa disadari, tanda-tanda kecil kesepian ini bisa berdampak serius dalam jangka panjang,” kata Alif Ibrahim, gitaris Ricecooker sekaligus penulis yang karyanya terbit di Eropa dan Asia. Ia menyinggung istilah loneliness epidemic dari WHO yang berkaitan dengan meningkatnya risiko depresi dan demensia. “Beberapa lagu di album ini ditulis di jam-jam paling sepi kami. Tentang menerima rasa sakit, membuka diri lagi, sampai akhirnya menemukan orang-orang kami.”

Salah satu lagu yang paling mewakili ruh album ini adalah “Smitten”. Jerome Kurnia, vokalis Ricecooker sekaligus aktor yang masuk nominasi Festival Film Indonesia 2025, menyebut lagu ini sebagai inti perasaan album. “Kami suka istilah smitten karena ada kegembiraan, intensitas manis, dan sedikit kebodohan yang tidak selalu ada dalam kata ‘cinta’,” tuturnya. Lagu ini ditulis dan diproduseri bersama Arash Buana, sosok muda yang dikenal lewat “If You Could See Me Crying In My Room” dan “Hey I’m Tired”. Will Mara menambahkan, “Melodi dan lirik ‘Smitten’ butuh piano yang benar-benar manis, dan Arash adalah orang yang tepat untuk itu.”

(kiri ke kanan) Jerome Kurnia, Will Mara dan Alif Ibrahim pada Konferensi Pers Peluncuran Album "Favorite Dinner Guest", 30 Januari 2026

Sejak dentingan awalnya, “Smitten” langsung menyelimuti pendengar dengan kehangatan—sebuah pengakuan lembut, “I think you’re out of my league, but here you are next to me.” Kemampuan Ricecooker membangun rasa nyaman ini terasa konsisten di sepanjang album. Bersama sepuluh lagu lainnya, “Favorite Dinner Guest” kini sudah tersedia di seluruh pelantar pengarus digital mulai hari ini, 30 Januari 2026. Album ini bukan hanya debut, tapi juga undangan: duduk, makan malam dan tidak merasa sendirian.

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist