Sebagai remake dari film Tiongkok “Us and Them” (2018), “Once We Were Us” memang masih setia pada materi sumbernya. Hal ini membuat film terasa aman secara naratif, tetapi juga membatasi eksplorasi tematik yang lebih luas. Meski demikian, kekuatan utama film ini tetap terletak pada kemampuannya menghadirkan momen-momen emosional yang jujur dan menyentuh, terutama dalam menggambarkan penyesalan yang datang terlambat dan kenangan cinta pertama yang tak pernah benar-benar hilang.
Pada akhirnya, “Once We Were Us” bukan sekadar kisah tentang dua orang yang pernah saling mencintai. Film ini adalah refleksi tentang waktu, kesempatan dan pertanyaan sederhana yang menghantui banyak orang: “Bagaimana jika dulu memilih jalan yang berbeda?” Dengan atmosfer melankolis yang konsisten, akting memikat, serta pendekatan visual yang kuat, film ini sukses menghadirkan pengalaman menonton yang menghangatkan sekaligus meremukkan hati. Siapkan tisu, karena perjalanan emosional Eun-ho dan Jeong-won kemungkinan besar akan membuat penonton pulang dengan dada penuh kenangan yang sulit dijelaskan.





