Film ini bukan cuma remake asal-asalan. “The Naked Gun” (2025) benar-benar ngerti esensi slapstick dan humor absurd khas versi aslinya. Buka film langsung dengan adegan ala The Dark Knight yang seolah-olah serius… eh tiba-tiba malah dibecandain total. Liam Neeson berperan sebagai Frank Drebin Jr., anak dari Frank Drebin senior (karakter ikonik Nielsen), dan dia terjebak dalam plot detektif penuh twist yang sebenernya cuma alasan buat nampilin lelucon demi lelucon.
Gaya komedinya cepet, deadpan dan nggak kenal ampun. Tiap kalimat bisa jadi punchline. Kamu bakal ketawa liat gimana semua orang ngasih kopi baru ke Frank tiap kali dia masuk ruangan, sampai akhirnya gelas-gelas kopi bekas jadi masalah sendiri. Dan tenang aja, itu cuma satu dari banyak running gag yang dilempar sepanjang film.
Disutradarai sama Akiva Schaffer dari The Lonely Island (yang pernah bikin “Popstar: Never Stop Never Stopping”), film ini pinter banget dalam ngejaga ritme komedi. Ada juga jokes visual di background, pelesetan dialog, dan bahkan opening title pun bisa jadi bahan ketawa. Bahkan, kantor “cold case” di kepolisian literally sedingin lemari es—karena isinya emang kasus-kasus yang beku (secara harfiah!).
Walaupun usia Liam Neeson udah masuk kepala tujuh, dia mainin peran ini dengan percaya diri dan penuh niat. Nggak cuma jadi parodi dari semua peran seriusnya selama ini, tapi juga nambahin warna baru ke karakter Frank Drebin yang legendaris itu. Doi juga masih piawai berakting romansa liar dengan Pamela Anderson, berperan sebagai Beth Davenport, wanita seksi yang mampu melumerkan hati jagoan kita.
🌟 Rating: 8.5/10
Film ini sukses jadi warisan yang pantas buat nama besar “The Naked Gun”. Absurd? Banget. Garing? Sengaja. Konyol? Tapi efektif. Dan ya, “The Naked Gun” balik lagi—telanjang dan bersenjata seperti biasanya.