Sebagai salah satu garda terdepan dalam pengarsipan digital musik popular Indonesia, Irama Nusantara merilis situs web baru dengan berbagai fitur yang lebih komprehensif dari sebelumnya. Resmi berdiri sejak 2013, Irama Nusantara telah mendigitalisasi sekitar 5000 rilisan yang disajikan secara bebas akses dalam www.iramanusantara.org. Namun, di luar dari arsip audio dan visual setiap rilisan, masih banyak arsip terkait musik yang belum pernah Irama Nusantara sajikan pada situs web sebelumnya. Mulai dari media massa yang bertemakan musik, arsip foto para musisi, hingga artikel-artikel untuk memudahkan pengguna mencari sebuah informasi yang tersaji dalam situs web secara lebih mendalam dan mudah diakses. Beberapa tambahan fitur baru, adalah sebagai berikut:
Irama Nusantara juga berharap dengan pengembangan situs web yang dilakukan sejauh ini, sedikit banyak dapat memenuhi kebutuhan pengguna dalam menjelajahi luasnya arsip musik Indonesia. Terima kasih sedalam-dalamnya atas dedikasi tinggi para sejawat dari Senin Goodvertising sebagai desainer web dan Sawala sebagai developer web yang dapat menyediakan fitur dan tampilan baru, layanan termudah, serta menggugah pengalaman pengguna dalam menggali arsip musik secara digital.
Irama Nusantara yang telah hampir 10 tahun berdiri dengan segala dinamika perjalanan sebagai sebuah yayasan nonprofit terus berupaya melestarikan arsip musik populer Indonesia dari berbagai zaman. Dimulai dari era media musik masih menggunakan piringan hitam berbahan dasar shellac hingga masuk media digital saat ini. Pada tahun ketujuh Irama Nusantara berdiri, fokus sumber arsip yang tadinya hanya pada medium shellac / vinyl berpindah ke medium cassette tape. Hal ini ternyata membuka pandangan jauh lebih lebar lagi tentang bagaimana luasnya lautan musik Indonesia. Mulai dari tahun 2020 sampai sekarang, 95% arsip yang diproduksi Irama Nusantara berasal dari medium cassette. Hal ini bukan karena Irama Nusantara telah merasa arsip dari medium vinyl sudah lengkap, namun semakin ke sini usaha untuk mencari sumber rekaman dalam bentuk vinyl yang belum terarsip semakin sulit didapat.
Irama Nusantara telah berhasil mengarsipkan sekitar 5000 rilisan sampai saat ini. Jika dilihat secara kasar, mungkin merupakan pencapaian yang signifikan secara koleksi data. Atau sebaliknya, jumlah itu baru mencakup 5–10% dari total musik yang pernah terekam di negeri ini. Irama Nusantara pun tidak bisa mengamini jika ada orang di luar sana yang beranggapan total arsip tersebut adalah suatu pencapaian dalam sebuah dunia pengarsipan. Sampai saat ini, Irama Nusantara sendiri tidak mengetahui dasar dari dalamnya “lautan” musik populer Indonesia. Harus diakui, kesadaran pengarsipan di negeri ini masih jauh dari optimal. Oleh karena itu, kontribusi masyarakat dari segala kalangan dan lapisan masyarakat, musisi hingga penikmat musik harus saling suportif dalam melakukan pengarsipan ini. Gerry Apriryan selaku program manager Irama Nusantara juga mengutarakan, “tanggung jawab melakukan pengarsipan ini bukan saja menjadi tugas Irama Nusantara, tapi juga perlu menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat di Indonesia karena pekerjaan ini tidak mungkin diselesaikan oleh segelintir orang saja.” Pembaruan pada situs web Irama Nusantara sebagai “gerbang” perpustakaan digital musik popular Indonesia ini menjadi upaya yang paling sederhana untuk dilakukan saat ini.
Berisik Radio ─ Sejak 2009