Kalau kamu pikir musik elektronik dan blues-rock nggak bisa akur, DJ Stroo dan Gugun (GBS) datang untuk membantah itu mentah-mentah. Lewat single terbaru mereka berjudul “Spaceman”, dua musisi beda alam ini justru berhasil bikin karya yang terdengar segar, berani, dan—pakai istilah DJ Stroo sendiri—menggoda kayak gombalan di luar angkasa.
Dirilis di bawah label Afe Records pada 17 Oktober 2025, lagu ini jadi penanda kembalinya DJ Stroo setelah cukup lama absen merilis karya solo. “Walaupun tema liriknya soal luar angkasa, sebenarnya ini tentang seseorang yang sedang merayu pasangannya,” ungkap DJ Stroo sambil tertawa. “Dia menempatkan dirinya sebagai spaceman yang mau mengajak kekasihnya bersenang-senang keliling planet. Intinya, ini gombalan kelas galaksi.”
Kolaborasi ini lahir dari pertemuan tidak terduga di backstage sebuah acara musik. Dari obrolan santai, muncullah ide nakal: apa jadinya kalau beat elektronik khas DJ Stroo dipertemukan dengan petikan blues-rock dari Gugun? Tantangan diterima. “Saat disodori materi lagu ini, aku langsung tertarik. DJ Stroo minta aku bukan cuma nyanyi, tapi juga isi gitar utama. Dari situ aku coba padukan karakter blues-rock-ku ke dalam musik elektroniknya. Ternyata hasilnya asyik banget,” kata Gugun.
Hasil akhirnya? Sebuah lagu dengan ketukan elektronik yang menggoda, diselimuti nuansa blues, soul, dan acid disco, serta aroma vintage analog yang bikin kuping nostalgia. Dari riff gitar yang enerjik sampai groove yang bikin kaki gatal pengin goyang, “Spaceman” terasa seperti pesta lintas planet—di mana robot dan rocker bisa berdansa dalam satu orbit yang sama.
Proses produksinya pun terbilang cepat, cuma dua minggu termasuk mixing dan mastering. Tapi hasilnya tidak main-main. DJ Stroo bilang, “Yang lama justru nunggu waktu rilis, soalnya aku juga baru lepas single dari proyek Sun of Monday, sementara Gugun baru keluarin album unplugged. Jadi sempat gantian fokus.”
Kini, “Spaceman” sudah bisa dinikmati di seluruh platform musik digital, lengkap dengan video liriknya. Perpaduan yang terasa gila tapi pas ini membuktikan satu hal: di tangan musisi yang tepat, batas genre cuma ilusi.
Seperti kata DJ Stroo menutup cerita, “Musik tanpa batas, karya tanpa sekat.” Dan “Spaceman” jadi bukti nyatanya. 🚀














