Industri horor Indonesia kembali memanas, dan kali ini datang dari arah yang tak biasa. “The Bell: Panggilan untuk Mati“, film terbaru produksi Sinemata Buana Kreasindo, resmi merilis poster utamanya—menampilkan sosok Penebok, hantu tanpa kepala dari mitos Belitung yang siap meneror layar lebar tahun ini. Visualnya gelap, dingin, dan terasa “tidak utuh”, tapi justru di situlah letak kengerian yang bikin merinding sejak pandangan pertama.
Di tengah tren horor lokal yang terus ramai, film ini memilih jalur yang lebih berani dengan mengangkat folklore yang belum banyak disentuh. Penebok bukan sekadar hantu, tapi representasi cerita rakyat yang hidup dan berdenyut di tengah masyarakat. Seperti yang diungkapkan sang sutradara, Jay Sukmo, “Horor Indonesia sedang berada di fase yang sangat menarik. Penonton tidak hanya mencari rasa takut, tetapi juga cerita yang punya akar budaya.” Pendekatan ini memberi napas segar, sekaligus membuka ruang baru bagi eksplorasi horor berbasis kearifan lokal.
Kisahnya sendiri berpusat pada sebuah lonceng keramat di Belitung yang diyakini mampu mengurung roh jahat, namun dicuri oleh sekelompok YouTuber demi konten. Alih-alih viral, mereka justru membebaskan Penebok—entitas mengerikan yang memburu siapa pun yang mendengar dentingannya. Produser Rendy Gunawan menegaskan ambisi film ini, “Kami ingin menghadirkan sesuatu yang bukan hanya menakutkan, tapi juga punya identitas kuat.” Dengan latar urban yang dibalut nuansa mistis khas Belitung, “The Bell: Panggilan untuk Mati” siap jadi teror baru yang bukan cuma bikin kaget, tapi juga membekas.
Berisik Radio ─ Sejak 2009