Ada sesuatu yang lembut sekaligus rapuh ketika “genuinely reckless, restless, seeking; lover”—atau yang disingkat menjadi grRs;L—memperkenalkan dirinya ke hadapan publik. Di balik identitas tersebut, berdiri Naftalie Zefanya, sosok kreator musik yang selama ini lebih akrab bekerja di balik layar industri kreatif Jakarta. Dari produksi lagu, film, video komersial, hingga teater, sentuhannya telah lama mengisi lanskap harmonisasi instrumen dan suara. Kini, ia melangkah ke depan panggung dengan album debutnya yang bertajuk “Therefore I Am“.
Berangkat dari pendidikan piano klasik yang membentuk fondasi musikalitasnya, Naftalie juga tumbuh bersama spektrum referensi yang luas—mulai dari Nirvana, Mazzy Star, The Smashing Pumpkins, Green Day, Mogwai, hingga Daughter. Perpaduan itu menjelma menjadi warna yang intim sekaligus reflektif. Pada 7 Desember 2025, “Therefore I Am” diperkenalkan melalui intimate album showcase di Arumdalu House, Cileungsi, Bogor. Tanpa sekat antara panggung dan pendengar, tanpa gimik berlebihan—semuanya melebur seperti perayaan kecil yang hangat. Album ini resmi terdistribusi di berbagai pelantar musik digital pada Januari 2026.
Diproduksi sepenuhnya di kamar tidur, “Therefore I Am” terasa jujur dan apa adanya. Tersusun dari nomor-nomor vokal maupun instrumental, album ini seperti ruang sunyi yang mengizinkan perasaan berbicara tanpa perlu selalu dijelaskan. Manis yang samar, sendu yang mengendap. Hadir, meski diam-diam ingin menghilang. Ketidakpastian menjadi benang merahnya—karena bagi sosok di balik grRs;L, semua hanyalah anemoia, nostalgia pada masa yang bahkan belum pernah dialami. “Dari semua yang pernah kualami, untuk semua yang akan kualami. Terima kasih atas dukungannya,” ujar Naftalie mengenai album debutnya.
Menariknya, album ini juga melibatkan teman-teman terdekat, bahkan murid-murid SMA tempat ia mengajar—membuat proyek ini terasa semakin personal dan kolektif sekaligus. Harapannya sederhana namun tulus: grRs;L hadir untuk menemani, bukan untuk berkompetisi. Dengan “Therefore I Am”, langkah eksplorasi musik dan panggungnya resmi dimulai—lembut, girly, tetapi tetap berani menjadi diri sendiri.
Berisik Radio ─ Sejak 2009